Halo, semua! Perkenalkan saya Latif Anshori Kurniawan. Di sini, saya ingin menuliskan beberapa hal tentang banyak hal, tetapi lebih suka menulis tentang tutorial komputer. Komputer yang saya suka adalah komputer yang terinstal sistem operasi komputer Linux. Dari majalah InfoLinux, saya belajar banyak hal aneh, asing, dan benar-benar baru untuk saya. Majalah InfoLinux pertama adalah majalan komputer yang dipinjamkan kakak sepupu, Mas Hary. Kala itu, bonus CD yang diberikan adalah CD Linux Mandrake 8.2.

Majalah InfoLinux ada pula di perpustakaan sekolah (SMANSAKRA). Saya meminjam berhari-hari, berlama-lama, seolah tidak tahu harus dikembalikan kapan. Sebelumnya, saya sering mampir di kios koran terdekat dekat dengan terminal Bejen. Kios koran itu menjual beberapa majalah komputer. Ternyata banyak teman sekolah yang memilikinya pula, Mas Hari juga, banyak sekali: tabloid Komputek, Komputeraktif!, PCMedia, InfoLinux, dan lain-lain. Ketika bersekolah di SLTPN 1 Kerjo dulu saya suka beli majalah Komputeraktif! Saya suka beberapa tulisan tentang cara-cara menggunakan komputer dengan sangat sederhana. Bahasa yang digunakan seperti majalah terbitan Gramedia seperti Intisari ternyata. Sama-sama dari Palmerah Selatan.

Kalau PCMedia banyak bonus CD-CD, ada banyak games gratis. Kalau tabloid Komputek banyak yang membeli karena harganya yang murah dan terjangkau. Kadang, tabloid Komputek mudah didapati di sekolah terutama ketika kita berkumpul dengan teman-teman Rohis. Kalau majalah InfoLinux sangat sulit didapat dari kios di Bejen itu padahal saya sangat suka. Majalah InfoLinux sangat lengkap. Semula saya kira Linux itu nama lain Windows ternyata memang berbeda sekali.

Kalau PCMedia dan InfoLinux kelihatannya dari penerbit yang sama seperti Pinpoint Publication atau penerbit Dian Rakyat. Kertasnya berbeda dengan majalah atau tabloid yang dari Gramedia. Banyak juga teman-teman memiliki CD-CD Linux dan saya bisa meminjamnya untuk dipasang di dalam komputer di rumah, tetapi kadang-kadang juga buat atau bakar CD kosongan.

Knoppix sangat berat untuk dijalankan di komputer saya di rumah yang hanya bermemori tidak lebih dari 256Mb. Kalau Debian terlalu banyak CD-CDnya, kalau SuSE juga. Tetapi saya suka SuSE dan Slackware.

Kalau instal Slackware banyak hal yang diketik dari partisi cfdisk, setup, dan startx. Kalau instal SuSE cukup klak-klik klik. Tampilan grafisnya keren dan komputer saya di rumah bisa menjalankannya padahal memori RAM kecil, dengan prosesor Pentium Celeron. SuSE banyak digunakan teman dan saya coba yang lain-lain lagi juga agar memang bisa digunakan di komputer saya di rumah. Ada banyak Linux, saya mencoba satu-satu.

Terima kasih cukup sekian dari saya, Diary. Terima kasih telah berkenan dicorat-coreti saya ini. Terima kasih.