Latif Anshori Kurniawan

Faedah Berbahasa Indonesia

Guru

Guru bukanlah profesi, melainkan sebuah amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hari Akhir nanti.

Salam hangat,
Guru (pendidik) merupakan panutan bagi siswa (anak didik)-nya. Guru dituntut untuk dapat memberikan yang terbaik bagi siswanya. Guru yang baik adalah guru yang mampu membelajarkan siswanya dengan baik. Seorang guru dapat dikatakan telah mampu membelajarkan siswanya dengan baik jika guru tersebut mampu memahami karakteristik dan memenuhi kebutuhan masing-masing siswa. Akan tetapi, sayang beribu sayang, guru hari ini berbeda dengan guru zaman dulu. Guru hari ini tidak lebih baik dari guru zaman dulu. Padahal, guru hari ini mendapatkan pelbagai fasilitas yang dapat menunjang kegiatan belajar dan pembelajaran di kelas daripada guru zaman dulu. Akan tetapi, kenapa guru hari ini tidak lebih baik daripada guru zaman dulu? Guru zaman sekarang cenderung mengedapankan karir, uang, kedudukan, dan sebagainya. Guru zaman sekarang menganggap bahwa guru adalah sebuah profesi, bukan sebuah amanah yang dimintai pertanggungjawabannya langsung oleh Zat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatunya di dunia ini.

Wahai Bapak dan Ibu guru tercinta, tidak mengapa jika Bapak dan Ibu guru memiliki asumsi bahwa guru dapat dijadikan untuk mencari nafkah. Akan tetapi, mohon dengan sangat, perhatikanlah siswa, anak didik tercinta. Mereka sangat membutuhkan bantuan Bapak dan Ibu guru. Mereka kehausan, mereka dahaga akan ilmu yang mereka harapkan dari Bapak dan Ibu guru. Semoga Bapak dan Ibu guru berkenan mendidik mereka dengan niat dan laku yang mencerminkan ketulusan agar slogan guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa bukan merupakan isapan jempol belaka. Janganlah menuntut hak jika Bapak dan Ibu guru belum menunaikan kewajiban sebagai seorang guru, yaitu mendidik dengan baik, ya mendidik dengan baik. Untuk apa sertifikasi guru, kenaikan pangkat atau golongan, dan sebagainya, jika anak didik sama sekali tidak ada di dalam benak dan hati sanubari Bapak dan Ibu guru? Kami mohon Bapak dan Ibu guru tercinta, jangan menuntut hak dulu — jika Bapak dan Ibu guru benar-benar ikhlas. Tenang saja, pemerintah tidak akan semena-mena terhadap Bapak dan Ibu guru.

Ya Allah, ampunilah kami..!

Semoga, ke depannya, Bapak dan Ibu guru di seluruh tanah air menjadi pribadi guru yang benar-benar guru, guru yang tulus ikhlas membelajarkan anak didiknya, guru yang tulus ikhlas — sungguh — tidak mengharapkan dan menuntut kesejahteraan, meskipun tidak sedikit guru yang tidak sejahtera, tetapi fenomena yang terjadi justru sebaliknya: guru cukup sejahtera, tetapi siswa terabaikan.

Salam hangat,
Latif Anshori Kurniawan

Previous

Tidak Perlu Dipaksa Menulis

Next

Blog dan Kegiatan Menulis

8 Comments

  1. Oh Bu Muslimah dalam Laskar Pelangi dan guru-guru lain yang bekerja dengan hati dan keterbatasan, di manakah engkau? Di manakah?

    Latif Anshori Kurniawan: Sayang beribu sayang, Paman Tyo, karakteristik guru seperti Bu Muslimah dalam Laskar Pelangi dan guru-guru yang bekerja dengan tulus hati serta keterbatasan tidaklah banyak. Memang tidak sedikit guru seperti figur Bu Muslimah dan guru-guru yang membelajarkan siswanya dengan tulus dan kesabaran. Akan tetapi, tidak sedikit pula figur guru yang hanya mengejar kepentingan pribadi mereka semata, dan itu fenomena yang terjadi di negeri kita tercinta ini. Negara kita memang terkenal canggih ketika berkompetisi di olimpiade pelbagai bidang pendidikan, tetapi tetap saja, Indonesia berada di urutan yang sangat memprihatinkan berkenaan dengan pendidikan. Selain karena kurang perhatiannya pemerintah, faktor yang lebih penting (dari kurangnya perhatian pemerintah) adalah tidak banyak guru yang benar-benar guru.

    Wahai Bapak dan Ibu guru tercinta, yang bekerja dengan ketulusan hati dan kesabaran menghadapi keterbatasan, tetaplah bersabar dan berjuang hingga akhir karena sesungguhnya, apa yang Bapak dan Ibu guru lakukan di dunia ini niscaya akan dibalas dengan kebaikan dan pahala dari Zat Yang Maha Memberi di akhirat nanti.

    Terima kasih atas responsnya, Paman Tyo.

    Salam hangat,
    Latif Anshori Kurniawan

  2. have you ever worked as a teacher before? do you know how hard it is to be one? to keep on dedicating for years with such low salary? I am not trying to start an argument. cuma tanya doank kok 🙂

    Latif Anshori Kurniawan: 🙂

    I have been teaching for several years dan tidak terlalu berharap banyak bagi kesejahteraan guru non PNS. dan dari sejarah nasib guru di Indonesia membuktikan bahwa pemerintah masih menomor-duakan pendidikan , apalagi kesejahteraan guru non PNS atau GTT? itu mah nomer sekian.

    I’m still 26 years old, 3 tahun sebagai GTT, dan (mungkin) saya masih (bisa) bersikeras bahwa kesejahteraan guru yang ternomor-sekiankan bukanlah alasan bagi saya dan kolega lain untuk ‘menelantarkan’ nasib muridnya……

    moga-moga 10-20 tahun mendatang, saya masih memiliki idealisme yang sama. amien.,

    Latif Anshori Kurniawan: Terima kasih atas responsnya, Jeng Tyka!

    Salam hangat,
    Latif Anshori Kurniawan

  3. Umm..
    Kalau Mas Latif sudah pernah menjadi guru, mungkin Mas Latif akan berkata beda….

    Salam kenal. 😀

    Latif Anshori Kurniawan: Yup, mungkin saya akan berkata beda.

    Salam kenal juga!

    Salam hangat,
    Latif Anshori Kurniawan

  4. adalah situs web ini availible di English?

  5. sebetulnya fenomena guru-guru pns yang masih ga becus ngajar masih banyak mas. beneran lho ! serius nih! wong dosenku di UNJ sendiri yang bilang. namanya Drs FT Munthe MA. beliau kemarin jum’at diruang kuliah bilang ” ada 2 orang suami istri guru pns @ gaji kotor 5jt jadi 2 orang tadi 10 jt. pulang kerja teng bel jam 12 siang!!!. tapi macam apa kerjanya suruh menerangkan bangun ruang saja untuk materi kelas 4 sd ga becus!! sungguh biadab disaat seorang tentara ksatria yang rela sabung nyawa dibumi papua namanya pratu joko, beliau wafat saja mau balik nang omah kok kepiye ora iso!!! padahal gajinya ane fahim banget paling banter, kotor dibawah 2 jt. udah ditambah hormat geraknya lebih banyak dari nominal gajinya lagi!!! ike indonesia pepimpine ora iso noto negoro opo!!!! la da laaaah kiamat wis deket

  6. Y uno que se preocupa porque los avisos no molesten a los visitantes del blog.

  7. Alhamdulillah, msh ada yg sy simpan hingga hr ini, bahwa mngajar bkn skdr trnsfer ilmu&mncari nafkah..ini kwajiban,sy pun sbg guru msh trus bljr&bljr..jstru miris ktika mlihat tmn2 brlomba2 ikut srtfikasi,namun cnderung mninggalkn amanah di skolah,yah..trkdng bnturan2 itu slalu ada.
    mksh motivasix mas latief..& sy jg prnah brkenaln dgn guru2 di tempat trpencil spti bu’Muslimah’..mrka msh ada.

Tinggalkan Balasan

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén