Guru bukanlah profesi, melainkan sebuah amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hari Akhir nanti.

Salam hangat,
Guru (pendidik) merupakan panutan bagi siswa (anak didik)-nya. Guru dituntut untuk dapat memberikan yang terbaik bagi siswanya. Guru yang baik adalah guru yang mampu membelajarkan siswanya dengan baik. Seorang guru dapat dikatakan telah mampu membelajarkan siswanya dengan baik jika guru tersebut mampu memahami karakteristik dan memenuhi kebutuhan masing-masing siswa. Akan tetapi, sayang beribu sayang, guru hari ini berbeda dengan guru zaman dulu. Guru hari ini tidak lebih baik dari guru zaman dulu. Padahal, guru hari ini mendapatkan pelbagai fasilitas yang dapat menunjang kegiatan belajar dan pembelajaran di kelas daripada guru zaman dulu. Akan tetapi, kenapa guru hari ini tidak lebih baik daripada guru zaman dulu? Guru zaman sekarang cenderung mengedapankan karir, uang, kedudukan, dan sebagainya. Guru zaman sekarang menganggap bahwa guru adalah sebuah profesi, bukan sebuah amanah yang dimintai pertanggungjawabannya langsung oleh Zat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatunya di dunia ini.

Wahai Bapak dan Ibu guru tercinta, tidak mengapa jika Bapak dan Ibu guru memiliki asumsi bahwa guru dapat dijadikan untuk mencari nafkah. Akan tetapi, mohon dengan sangat, perhatikanlah siswa, anak didik tercinta. Mereka sangat membutuhkan bantuan Bapak dan Ibu guru. Mereka kehausan, mereka dahaga akan ilmu yang mereka harapkan dari Bapak dan Ibu guru. Semoga Bapak dan Ibu guru berkenan mendidik mereka dengan niat dan laku yang mencerminkan ketulusan agar slogan guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa bukan merupakan isapan jempol belaka. Janganlah menuntut hak jika Bapak dan Ibu guru belum menunaikan kewajiban sebagai seorang guru, yaitu mendidik dengan baik, ya mendidik dengan baik. Untuk apa sertifikasi guru, kenaikan pangkat atau golongan, dan sebagainya, jika anak didik sama sekali tidak ada di dalam benak dan hati sanubari Bapak dan Ibu guru? Kami mohon Bapak dan Ibu guru tercinta, jangan menuntut hak dulu — jika Bapak dan Ibu guru benar-benar ikhlas. Tenang saja, pemerintah tidak akan semena-mena terhadap Bapak dan Ibu guru.

Ya Allah, ampunilah kami..!

Semoga, ke depannya, Bapak dan Ibu guru di seluruh tanah air menjadi pribadi guru yang benar-benar guru, guru yang tulus ikhlas membelajarkan anak didiknya, guru yang tulus ikhlas — sungguh — tidak mengharapkan dan menuntut kesejahteraan, meskipun tidak sedikit guru yang tidak sejahtera, tetapi fenomena yang terjadi justru sebaliknya: guru cukup sejahtera, tetapi siswa terabaikan.

Salam hangat,
Latif Anshori Kurniawan