Beberapa bulan lalu, saya disibukkan dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Nah, sekarang, saya dipusingkan dengan Penelitian Kualitatif Naturalistik. Penelitian ini menitikberatkan pada pengamatan suatu fenomena yang dilakukan oleh peneliti. Peneliti tidak memberikan threatment apa pun karena tugasnya hanya mengamati, mendeskripsikan fenomena yang dilihatnya, dan menyusunnya dalam format karya ilmiah.

Hanya saja yang menjadi pernyataan bagi saya (mungkin karena saking bodo-nya saya, 😀 ), apa masalah yang muncul? Kalau peneliti akan menyusun proposal PTK atau Penelitian Kuantitatif Eksperimen misalnya, pasti ada masalah yang muncul, masalah yang harus dipecahkan/ diatasik, kemudian kita beri threatment untuk mengatasi masalah yang ada sehingga menjadi baik, selesai. Sedangkan, dalam Penelitian Kualitatif Naturalistik, peneliti hanya mengamati, tidak memberikan perlakuan apa-apa. Kenapa suatu fenomena layak untuk diteliti dan dibuatkan laporan penelitiannya? Ini merupakan pertanyaan terbodoh saya karena saya bertanya kepada beberapa teman pun belum memberikan hasil (baca: belum dapat saya terima, 🙂 ).

Semoga saya mendapatkan jawabannya hari ini. Doakan, nggih? 🙂

Terima kasih atas perhatian dan waktunya.

Salam hangat,
Latif Anshori Kurniawan