بسم الله الرحمن الرحيم

Bagi pengguna Linux, tentu tidak asing lagi dengan distribusi Linux Debian beserta turunan atau variannya. Debian dan turunannya tersebut dikenal sebagai distribusi Linux yang bandel (robust), stabil, dukungan paket aplikasi yang berlimpah, dukungan komunitas yang loyal, dan seterusnya. Contoh nyatanya adalah Ubuntu. Distribusi Linux besutan Canonical ini merupakan suksesor Debian. Ubuntu telah berhasil memasyarakatkan Debian sedemikian rupa, sampai-sampai ada sebagian pemula Linux menganggap Ubuntu sebagai mutlak Linux. Padahal, Linux tidak hanya Ubuntu, ada begitu banyak distribusi Linux selain Ubuntu. Lengkapnya, sila kunjungi DistroWatch.com.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi perihal dua hal aneh, yang cukup menarik perhatian, meskipun tidak terlalu mengganggu atau membuat repot, yang sering saya dapati (temui) pada distribusi Linux Debian dan turunannya, dan tampaknya menjadi ciri khasnya.

Korupsi Partisi Extended/ Logical
Setelah proses instalasi selesai, perhatikan partisi Extended atau Logical Anda. Beberapa nol koma sekian dialokasikan untuk NC. Saya belum tahu alasan mengapa demikian. Pastilah ada segudang keterangan lengkap perihal ini di samudera Google sana. Jika Anda menggunakan program pemartisi di Linux berbasis grafis (graphical user interface/ GUI), seperti GParted, hal remeh ini tidak begitu kentara. Namun, hal ini dapat diketahui dengan program cfdisk yang terstandarkan pada tiap distribusi Linux. Sila periksa hal ini pada Debian atau Ubuntu Anda dengan mengetikkan perintah pada antarmuka baris perintah (command line interface/ CLI) atau terminal kegemaran Anda sebagai berikut.

$ sudo cfdisk

atau eksekusi sebagai root,

# cfdisk

Setelah perintah di atas dieksekusi, apa yang Anda dapati di sana? Coba bandingkan keluaran (hasil) perintah di atas pada distribusi Linux selain keluarga Debian (DEB-ed). Adakah yang berkenan menjelaskan kepada saya perihal ini?

Manual Perl (perlboot) Tidak Ada
Perl merupakan bahasa skrip (script) bersifat terbuka (open source) dan secara standar (default), pada keluarga Unix (BSD dan Linux), selalu disertakan Perl beserta manualnya secara lengkap. Sayangnya, mengapa peristiwanya berbeda dengan manual Perl pada distribusi Linux Debian. Sejatinya, hal ini merupakan hal yang cukup bodoh karena ada banyak cara agar manual perlboot dapat dimunculkan. Hanya sayangnya, saya terlalu malas untuk melakukannya. Tidak dapat dimungkiri, perlboot senantiasa mutlak tidak ada pada distribusi Linux Debian beserta turunannya. Jika pengguna mengetikkan man perl saja, akan dimunculkan manual utama Perl. Namun, saat ingin mengetahui manual lainnya yang masih berkait dengan Perl, seperti pada contoh kasus ini adalah man perlboot, akan lain kisahnya. Berbeda dengan distribusi Linux yang lain (paket aplikasi berbasis RPM [RPM-ed] atau lainnya), seperti Slackware, openSUSE, Fedora, dan lain-lain. Bandingkan antardistribusi tersebut dengan perintah sebagai berikut.

$ man perl
$ man perlintro
$ man perlboot

Apa yang Anda dapati dari keluaran perintah di atas pada distribusi Linux Debian? Ada yang lenyapkah, atau bagaimana? Mengapa demikian? Walaupun demikian, hal itu bukan masalah yang berarti bagi komputasi saya pada distribusi Linux Debian atau turunannya.

Salam hangat,
Latif Anshori Kurniawan