Bismillah.

Sebelumnya, saya berharap bahwa kedekatan kiamat bahasa Indonesia berbatas pada kelahiran: “Ciyus” dan “Miapah”. Namun, “manusia adalah makhluk yang homo ludens: suka bermain-main”. Apalagi, orang Indonesia, yang gemar mencari “sesuatu” untuk menghibur diri di tengah kepenatan hidup. Kita tunggu fenomena apa lagi yang mencoba meruntuhkan paradigma berbahasa yang baik ke depan setelah yang teraktual: Mas Jajang. #Sedih

Salam hangat,
Latif Anshori Kurniawan