Sebagaimana jamak diketahui, belum lengkap rasanya jika mahasiswa program magister (master) belum menyelesaikan kewajiban akhirnya, yaitu meneliti untuk kemudian diramu dalam rupa tesis. Berapa lama pun ia menempuh studi jenjang strata dua (S-2), tesis harus tetap difinalkan.

Tidak jauh berbeda dengan skripsi, tesis merupakan laporan penelitian yang dilakukan mahasiswa sebagai wujud tanggung jawabnya di dunia keilmuan pada jenjang perguruan tinggi. Bedanya dengan skripsi, kajian yang disajikan dalam tesis bersifat lebih mendalam dan lebih luas di samping tetap mengandung aspek kebaruan. Aspek kebaruan tidak hanya seputar topik yang diangkat untuk diteliti, tetapi pula didukung sumber-sumber pustaka terkini dan diharapkan memiliki kontribusi yang lebih baik.

Barangkali, tesis tidak sekompleks disertasi doktoral pada jenjang strata tiga (S-3), tetapi khazanah konsep penelitian dalam tesis dapat dijadikan acuan untuk menyusun disertasi. Dari tesis yang terkonsep bagus, tentu dapat diteruskan pada disertasi yang lebih dalam telaah objek dan subjek penelitiannya.

Permasalahan yang sering dihadapi teman-teman dalam menyusun tesis adalah bukan perihal proses pemilihan topik yang akan diangkat sebagai permasalahan penelitian, melainkan jamak terjatuh pada khazanah pustaka. Topik atau judul penelitian boleh bombastis, tetapi tentu hal ini harus diiringi dengan eksekusi yang mumpuni. Ekseskui yang dimaksud bukan sekadar bagaimana meramu kata-kata yang baik, tidak dilupakan pula konsultasi aktif dengan para pembimbing atau pihak yang berkompeten yang kiranya dapat memberi masukan, bukan juga hanya penelitian yang dilaksanakan dengan penuh sukacita, melainkan pula tidak abai untuk memperkaya sumber-sumber pustaka yang mendukung.

Sumber pustaka yang diharapkan dalam tesis tidak hanya memiliki sifat kebaruan (aktual, faktual), tetapi juga pustaka yang lebih luas, salah satunya melalui jurnal-jurnal, terutama jurnal-jurnal internasional yang jamak berbahasa asing Inggris. Nah, salah satu permasalahan yang acap muncul adalah di sini, terutama bagi mahasiswa jurusan nonbahasa Inggris, sungguh memerlukan motivasi yang teramat tinggi untuk sekadar meramban jurnal-jurnal internasional yang berkaitan dengan topik tesisnya. Senyampang seakan tidak begitu mendalami isi jurnal yang ditelaah, asal-asalan dalam memahami isinya.

Baca-baca Jurnal Penelitian!
Sebenarnya, tidak terlalu sulit untuk mengerti jurnal-jurnal penelitian dalam bahasa Inggris, hanya perlu kemauan dan kesungguhan. Hal ini juga tidak memerlukan proses dan waktu yang lama alias hanya membutuhkan pembiasaan. Dalam membaca-baca jurnal-jurnal tersebut, tidak perlu setiap kata diterjemahkan secara harfiah kata demi kata, cukup dengan memindai sekilas dan/atau membaca cepat. Artinya, perlu sedikit kecermatan untuk mendapati kata-kata kunci. Paling pol perlu perhatian lebih pada latar belakang penelitian dan simpulannya.

Memahami latar belakang dimaksudkan untuk mengetahui perian dasar yang melatarbelakangi penelitian. Dari situ, akan diketahui hal-hal apa saja yang menjadi landasan peneliti jurnal tersebut dalam merumuskan masalah pada penelitiannya. Acap kali, uraian subbab pendahuluan ini diawali dari hal-hal yang bersifat umum yang muara akhirnya mengerucut pada topik yang diangkat.

Sebuah penelitian, di samping terdapat hal yang dijadikan latar belakang masalah, tentu saja terdapat rumusan masalah. Guna rumusan masalah adalah untuk menentukan beberapa poin yang mendukung kajian topik penelitian. Dari kedalaman masalah yang dirumuskan, juga cukup dapat diketahui ke mana arah pembahasannya. Perlu diperhatikan, tidak semua hal dari latar belakang masalah dapat dibuat rumusan masalahnya agar pembahasan penelitian tidak terlalu melebar ke mana-mana. Rumusan masalah yang ada memudahkan fokus penelitian, yang dijawab pada simpulan. Bukan masalah pula, sebenarnya, jika mahasiswa selaku pembaca jurnal langsung memusatkan perhatian pada simpulan saja, tetapi alangkah lebih eloknya jika ia berkenan membaca beberapa bagian (bab) penting yang tidak kalah penting.

Tidak lupa, ketika menelaah jurnal penelitian, untuk diperhatikan referensi pustaka yang disertakan. Sumber pustaka yang mumpuni sungguh sangat membantu kualitas penelitian yang disajikan. Barangkali, pustaka yang ada dapat dijadikan acuan untuk dicari babonnya sehingga menambah kuantitas, juga bisa jadi kualitas, penelitian tesis mahasiswa.

Lalu, Masalahnya Apa…?
Tidak pernah kering nasihat: semua kembali pada masing-masing individu. Masalah terberat memang terletak pada pelaku penelitian tesis, yaitu mahasiswa itu sendiri, kerap kali didapati mereka kurang bergairah membaca. Permasalahan membaca ini bukan hal yang tabu di mata para dosen atas mahasiswa mereka. Sudah begitu jamak diketahui oleh mahasiswa konsep: semakin besar masukan (‘input’), semakin besar pula keluarannya (‘output’). Artinya, jika mereka banyak membaca buku atau jurnal, tentu khazanah pemikiran mereka akan menjadi kaya pula, dan hal ini dapat cukup membantu mereka dalam menyusun tesis.

Banyak kalangan membilang bahwa aktivitas membaca merupakan kegiatan yang teramat tidak mudah untuk dilakukan, apalagi dibiasakan. Barangkali, mereka suka membaca, tetapi membaca berita atau bahan-bahan bacaan yang ringan-ringan. Masih mending, mungkin, mau membaca artikel-artikel, tetapi kadar artikel yang dibaca memiliki bobot yang sangat kurang, atau bahkan tidak bermanfaat sama sekali bagi dirinya. Lebih-lebih jika membaca jurnal penelitian, terutama ragam internasional.

Lain individu, lain pula permasalahannya. Beberapa hal yang diuraikan di atas memang bukan harga mutlak, melainkan sekadar temuan yang memiliki kecenderungan (umum terjadi, minimalnya yang pernah penulis alami sendiri–he he he).

Tidak ada kata terlambat untuk lebih baik. Bersegeralah untuk fokus menyelesaikan tesis Anda!