Medium

Evan Williams, salah seorang pendiri Blogger dan Twitter, mendirikan perusahaan digital rintisan (startup) baru, yakni Medium. Medium berkonsep sederhana: berbagi gagasan dan cerita. Ia lebih dari sekadar wadah (platform) aplikasi web untuk penerbitan tulisan.

Medium memang tampak seperti wadah kegiatan tulis-menulis daring lainnya, selaiknya aktivitas ngeblog (blogging). Pada umumnya, para penulis di Medium mampu menulis dengan baik, terutama jika kita menengok tulisan-tulisan berbahasa Inggris—sayangnya, masih sedikit tulisan dalam bahasa Indonesia, jadi diharapkan ketersediaan dukungan tulisan-tulisan dalam bahasa Indonesia (atau kita ajak para pengguna Medium belajar bahasa kita?). Hal ini dikarenakan terdapat beberapa fitur penunjang kualitas tulisan di Medium menjadi optimal, di antaranya sebagai berikut.

Saran Penyuntingan
Setiap pos (tulisan yang ditayangkan) pada Medium dapat disarankan untuk disunting oleh setiap pengguna. Artinya, pada bagian tulisan yang dirasa perlu diluruskan atau diperbaiki, pengguna lain cukup menambahkan saran atau usulan kepada penulis asalinya dengan mengklik tanda (+). Hal ini merupakan fitur yang cukup bermanfaat karena setiap orang dapat memberikan tanggapan (umpan balik) dan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas tulisan. Misalnya, secara tidak sengaja, kita menuliskan kata-kata salah eja pada sebuah paragraf, pengguna yang peka pun dapat langsung mengingatkan kita melalui fitur ini.

If the other users or readers found an incoherence, in-cohesion, and/or incomprehension of the posts, they can put corrections and/or suggestions to the writers. Then, the writers can accept or ignore them.

Durasi Membaca
Para pembaca Medium dapat melihat (mendapati) durasi membaca/keterbacaan pada masing-masing tulisan yang ditayangkan. Fitur ini sungguh berguna mengingat tidak setiap orang memiliki waktu yang sama sehingga mereka dapat mengefektifkan waktu mereka dengan baik.

Namun, Bukan Blog
Memang benar, di Medium, Anda dapat leluasa menulis karena persyaratannya cukup memudahkan dan ditautkan dengan akun Twitter dan Facebook Anda. Namun, perlu diingat bahwa Medium bukanlah Blogger, WordPress, Tumblr, dan/atau layanan ngeblog lainnya dewasa ini. Nyaris serupa, tetapi berbeda. Sedikit.

Mm, lebih baik Anda langsung merujuk ke Medium. Sila coba! Lalu, sila berbagi pengalaman memanfaatkan Medium di sini. Saya tunggu cerita-cerita Anda.