Warta Kematian

Sekitar dua jam sebelumnya, tersiar warta duka. Ayahanda salah seorang pengajar. Sayang sekali, saya tidak lekas membuka ponsel, saya tidak dapat turut takziah. Setidaknya, ada salam dan doa yang terhaturkan.

Warta perihal kematian sudah acap didapati. Hampir setiap hari, ada saja kabarnya, entah siapa yang meninggal. Pertanyaan besar kita adalah sudahkah kabar selaik ini menjadi perhatian kita, menjadi pengingat diri, menjadi tarbiyah gratis dari Allah agar kita bersegera mengingat bekal yang semestinya diupayakan. Atau, malah terlalu percaya diri dan menantang: “Kalau waktunya mati, ya mati. Lalu, untuk apa dipusingkan?” Demikiankah?

Saya kehabisan kata-kata harus menulis apa lagi sebelum sembahyang Jumat sebentar lagi (apakah saya masih Dihidupkan-Nya atau…).

Semoga Allah senantiasa Membaikkan kita, baik dalam kebaikan dunia maupun dalam kebaikan akhirat. Amin.