Prancis diguncang teror kembali. Kali ini di Paris, lebih keterlaluan bila dibandingkan dengan kasus Charlie Hebdo beberapa bulan lalu.

Sudah diwartakan pelbagai media perihal pelaku-pelakunya. Tidak asing lagi bagi kita: sekelompok teroris Khawarij. Apa pun nama mereka, dari ini-itu hingga ISIS/ISIL, kita sudah terlalu bosan dengan tragedi-tragedi terorisme yang dilakukan mereka. Seakan belum ada habisnya, entah hingga kapan.

Semoga Allah Menghancurkan Khawarij (beserta pemikiran mereka: yang suka menghalalkan darah sesama muslim, suka mencibir dan mengkritik pemerintah Muslim, suka berdemonstrasi di jalanan, suka berormas/bepartai, dan seterusnya–meniru metodologi dakwah kufar Ahlulkitab) di muka bumi ini!

Mengapa jamak muslimin enggan kepada Khawarij? Sebab mereka membinasakan Islam dari dalam. Mereka mengatasnamakan Islam, tetapi metodologi mereka sungguh jauh dari Islam. Selaik hal yang dilakukan oleh para penganut agama Syiah (Rafidhah), melabeli agama mereka sebagai Islam, tetapi secara hakikat dan praktiknya bukanlah Islam.

Sudah banyak dijelaskan, diterangkan, dan ditandaskan kepada umat oleh asatiza (para ustaz) melalui serbaneka kajian (ceramah) dan/atau buletin Islam (baik daring maupun cetak) perihal penyimpangan Khawarij. Namun, sayang sekali, seolah pelbagai nasihat tersebut tidak diindahkan, bahkan sebagian khalayak masih saja lebih memercayai media massa yang ada, baik lokal maupun asing. Beberapa media massa mengesankan pemahaman Khawarij sebagai pemahaman yang: tidak begitu penting, tidak berbahaya, hanya permasalahan kelompok-kelompok yang tidak didukung kepentingannya, hanya masalah perut (perekonomian), hanya masalah radikalisme biasa yang dapat muncul dari agama mana pun, dan sebagainya. Masya Allah. Sungguh para alim terdahulu, para Salafus-Salih, telah berbicara dalam ribuan kitab-kitab sahih mereka yang menegaskan bahwa pemahaman Khawarij bukan merupakan hal nan temeh duniawi seperti itu.

Apa yang para Khariji (bahasa Arab, bentuk tunggal dari kata khawarij) lakukan tersebut bukanlah ajaran Islam. Bahkan, mereka bukan bagian dari Islam. Mereka tidak mengamalkan Quran dan Sunnah, sekalipun sering mengelu-elukan kalimat takbir (Allahu Akbar). Islam tidak pernah mengajarkan untuk membantai manusia secara membabi buta, tidak pernah mengizinkan bom bunuh diri (bukankah bunuh diri teramat dilarang dalam agama mulia Islam kita?).

Alhamdulillah, para ulama kibar pun tidak tinggal diam atas ulah para teroris Khawarij di Prancis tersebut. Dari Syaikh Ubayd al-Jabiri, Syaikh Salih al-Luhaydan, dan masyaikh lainnya–hafizhahumullah jami’an (semoga Allah Menjaga mereka semua)–turut merespons. Serbaneka nasihat dan arahan telah dirilis sehingga–atas Izin-Nya–kaum muslimin (bahkan segenap nonmuslim) menjadi tenang.

Semoga Allah senantiasa Menguatkan kaum muslimin dan Dihindarkan-Nya dari pemahaman radikal teroris Khawarij. Amin.