Beberapa hari terakhir, jamak hari bertanggal merah. Secara otomatis, hampir semua instansi, baik swasta maupun negeri, mengeluarkan putusan bagi segenap warganya (baca: pegawainya) untuk berlibur. Tidak sedikit orang memanfaatkan momen hari-hari nonaktif ini dengan serbaneka aktivitas bersama anggota keluarga, salah satunya dengan berkunjung ke sanak famili, terutama kerabat atau orang tua yang biasanya tinggal cukup jauh.

Tempat tujuan yang jauh terasa dekat, bukan sebab ketersediaan gawai ponsel cerdas yang memudahkan komunikasi kita, melainkan harmoni perjalanan menuju ke rumah orang tua atau saudara. Meskipun beribu kilometer harus ditempuh, meskipun berjam-jam terimbas macet di jalan, semua ini adalah hal-hal sudah dianggap wajar dan lumrah terjadi.

Jamak orang tidak mengeluhkan letih di jalan sebab mereka amat menikmati. Jamak tidak mengesahkan padat merayapnya kendaraan sehingga menyebabkan kemacetan berbelasan jam, bahkan hingga berhari-hari, sebab ada saja aktivitas menghibur diri di dalam kendaraan, ada saja tempat-tempat atau spot-spot untuk disinggahi dan rehat sejenak bila terserang kantuk berlebih.

Nyaris tidak berbeda dengan libur lebaran, berkumpul dengan anggota keluarga merupakan hal membahagiakan nan tak tergantikan. Kapan lagi kalau bukan sekarang? Kita tidak tahu betapa dan bagaimana kesibukan kita, baik kesibukan ukhrawi maupun duniawi, pada hari-hari berikutnya. Sebentar saja kesempatan berlibur diberikan elok dimanfaatkan sebagaimana mestinya untuk menyambung silaturrahim.

Mari berlibur, mari berkumpul bersama keluarga tercinta!