Siapa yang tidak kenal Instagram? Media sosial yang mengedepankan pada layanan visual ini merupakan salah satu platform yang amat digandrungi oleh nyaris semua kalangan. Tidak sekadar untuk menampung puluhan hasil swafoto (selfie, wefie), jamak orang memanfaatkan Instagram untuk pelbagai hal, terutama berkait dengan kegemaran (hobi). Dari sekadar berbagi citra makanan (baik proses pembuatan, penyajian, maupun hanya dipamerkan), penampakan perjalanan atau traveling ke beberapa destinasi yang memukai, atau sebatas ceklekan iseng pada suatu objek yang barangkali hanya pemilik akunlah yang tahu hakikatnya.

Dapat dikatakan bahwa banyak orang gandrung dengan Instagram. Saking banyak yang suka, tidak jauh berbeda dengan pendiri Facebook yang pada akhirnya berhasil meminang Instagram dengan nilai yang fantastis. Bersama WhatsApp, Instagram telah menjadi bagian keluarga besar Facebook. Sekalipun dikatakan bahwa operasional Instagram tetap independen, sedikit-banyak perusahaan induk tetap akan “berkontribusi”, bukan?

Walaupun dapat dikata bahwa nyaris serupa dengan Flickr, Instagram menawarkan kekhasannya sendiri, ia tampil dengan kesederhanaan dengan antarmuka yang lebih bersahabat untuk gawai bergerak (mobile). Tidak hanya berfokus pada ranah mobile (yang pangsa pasarnya terus tumbuh), kekinian Instagram telah dipoles sedemikian rupa untuk mendukung pengguna yang lebih nyaman dengan tampilan desktop.

Berdasar pada infografis MarketingProfs, Instagram lebih digandrungi oleh para warganet daripada jamak jejaring sosial lainnya. Potensi kesukaan ini merupakan ladang yang amat menjanjikan bagi pelaku bisnis, terlebih bagi korporasi dengan kepemilikan jenama (brand) yang kuat. Elok kiranya organisasi perusahaan memanfaatkan Instagram untuk mendongkrak roda bisnis, terutama pada lini pemsarannya (marketing-nya). Lalu, bagaimana mengoptimalkan Instagram sebagai penunjang marketing?

Perkuat Brand Produk
Apapun ragam bisnis halal Anda, elok untuk tetap memperhatikan konsistensi yang dihiaskan pada brand produk. Konsistensi logo, dengan balutan warna yang khas dan/atau barangkali beberapa kata yang amat menonjol, harus senantiasa memperoleh ruang yang pas pada setiap konten yang diunggahkan. Ragam citra yang ditampilkan, baik foto maupun video, diupayakan untuk tetap menyertakan “kehadiran” brand Anda.

Unggah Konten Rutin
Rutinlah mengunggah konten foto/gambar dan video secara berkala. Dengan rutinitas yang Anda, sedikit-banyak membantu eksistensi brand Anda. Barangkali memang tidak perlu setiap hari, tetapi setidaknya ada konten yang ditayangkan pada hari-hari yang telah ditentukan dan teratur setiap pekannya.

Isi Caption: Ringkas, Jelas, Menyasar
Caption pada setiap konten unggahan elok diisi. Sila mengisinya dengan beberapa keterangan pendek, tetapi jelas dan skematakan siapa saja dari pengikut (followers) yang akan membacanya. Selain itu, sertakanlah beberapa informasi kontak dan keterangan lebih lanjut bila memang pengunjung hendak diarahkan pada pranala/tautan/link tertentu (biasanya digunakan untuk mengarahkan pengunjung pada laman produk yang berisi penjelasan yang lebih lengkap).

Tagar
Tanda pagar (tagar, padanan kosakata untuk hashtag) merupakan atributi yang nyaris tidak boleh terlewat/luput atau mesti disematkan. Biasanya dapat membantu para pelanggan untuk menelusuri beberapa hal yang kiranya saling berkait. Beri tagar yang amat mewakili brand, produk, dan informasi konten. Apabila memang tidak diperlukan, tidak perlu menjejali konten dengan tagar yang berlebih. Dikhawatirkan pelanggan cukup terdistraksi (terganggu) bila tagar berlebihan hingga melebihi informasi inti yang ingin disampaikan.

Merespons Komentar
Tanggapilah beberapa (tidak semua) komentar, baik berupa masukan, saran, maupun pertanyaan, dengan santun. Tentukanlah diksi dengan bijak, dan sampaikanlah kejelasan yang konsisten. Apabila berkait dengan hal-hal teknis, elok tidak direspons pada bilah komentar secara langsung. Upayakanlah tidak terpancing kata-kata negatif dari para komentator sehingga perlu kiranya untuk menanamkan kesabaran berlebih.

Direct Message
Fitur kirim pesan langsung (direct message) amat berguna. Fungsikanlah secara maksimal bila memang perlu menyapa para pengikut atau pelanggan secara privat. Jalur pribadi biasanya lebih santai dan amat terbuka. Selain itu, pastikanlah privasi pesan langsung dengan pelanggan terjaga, ada kalanya tidak semua pelanggan ingin “dibahas” di publik.

Demikian kiat optimasi Instagram sebagai media pemasaran daring. Semoga bermanfaat.