WikiLatih Undip 2018

4 min read

Ada WikiLatih di Universitas Diponegoro (Undip, Semarang) hari ini—sekalian kopdar dengan para penggawa Wikimedia Indonesia (WMID). Omong-omong, WikiLatih merupakan program latihan menulis dan menyunting Wikipedia bahasa Indonesia (WPID) rutin yang diselenggarakan oleh WMID. WikiLatih tidak berbatas pada kontribusi untuk Wikipedia bahasa Indonesia (WPID) saja, bergantung pada pihak penyelenggara WikiLatih yang berkerja sama dengan WMID.

Bisa saja WikiLatih yang diselenggarakan difokuskan untuk Wikipedia bahasa daerah di Nusantara, dari bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Bali, bahkan hingga Gorontalo. Alhamdulillah, beberapa bahasa daerah telah memiliki laman Wikipedianya sendiri.

Prasyarat Kegiatan WikiLatih
Selaik syarat yang umum diberlakukan pada pelaksanaan WikiLatih, para peserta dihasung untuk membuat akun di Wikipedia terlebih dahulu sebelum mengikuti acara pelatihannya. Tenang saja, pembuatan akun yang tidak memakan waktu lebih dari satu menit dapat dilakukan pula di tempat (on the spot) dan akan dipandu oleh narasumber yang telah didatangkan dari pusat. Tidak perlu berlama-lama memikirkan nama pengguna, tidak perlu khawatir bila akan diganti/diubah pada waktu mendatang—dapat diusulkan untuk diubah melalui borang permintaan pengubahan nama pengguna.

Platform Media Wiki
Salah satu hal yang saya sukai dari Wikipedia adalah ragam bahasa markup yang digunakan cukup familiar dengan platform wiki lainnya. Tentu saja markup yang diterapkan adalah markup wiki (menggunakan basis teknologi dari platform MediaWiki) yang jamak digunakan laman-laman wiki serbaneka layanan di dunia maya. Salah satu yang pernah saya pelajari adalah wiki UserBase untuk KDE (KDE UserBase Wiki). Hore, serupa! Alhamdulillah.

Gaya pemonfarmatan wiki untuk Wikipedia, secara tidak langsung, patut untuk dipelajari, dipahami, dan dihayati—masyaallah. Lantaran berbasis MediaWiki, Anda dapat merujuk laman berikut untuk mengetahui dasar-dasar pemformatan dalam dunia wiki. Dengan kata lain, kontributor Wikipedia, atau yang acap disebut wikipediawan—seperti yang dipopulerkan Pak Ivan Lanin—atau wikiwan—usul dari saya pribadi, mesti mengetahui gaya pemformatan wiki yang berlaku.

Menulis dan menyunting substansi konten memang penting di Wikipedia. Namun, dasar paling pokok pun tidak kalah elok untuk sangat dikuasai. Ketika formatting sudah bukan lagi menjadi kendala teknis, pada muara akhirnya pun kita dapat fokus pada substansi tulisan.

Alhamdulillah, sudah ada fitur menyunting visual sehingga pengguna tidak disibukkan dengan syntax pemformatan wiki. Dengan keberadaan fitur suntingan visual—pun dapat beralih pula ke suntingan koding manual tanpa mengubah konten sementara yang diisikan, pengguna menjadi fokus pada substansi konten yang dituliskan.

Markup wiki dari MediaWiki, sejatinya, mudah dipelajari, kok. Ia tidak jauh berbeda dengan bahasa ‘markah’ lainnya, salah satunya adalah HTML/HTML5. Sintaksisnya pun mudah-mudah. Serupa, tetapi tidak sama dengan HTML5, sekadar butuh pembiasaan untuk menggunakannya. Well, Wikipedia pun memiliki panduannya melalui laman Wikitext.

Amat menyenangkannya markup wiki lantaran tidak sesulit LaTeX atau TeX. Cukup mencoba meluangkan waktu untuk acap-acap berinteraksi dengan pemformatan yang ada, Anda pun beranjak mahir mengetikkannya beriring berjalannya waktu. Hal ini baru soal formatting wiki, belum soal gaya-gaya yang lain, di antaranya penggunaan bahasa, diksi khas yang disepakati di Wikipedia (terutama di WP-ID), dan lain-lain.

Apalagi, ketika menerjemahkan sesuatu, Anda tidak dapat memadankan satu kata dengan kata lainnya, yang seolah-olah tersaji dalam bahasa Indonesia, secara serampangan. Bahasa di Wikipedia, mudahnya, selaik bahasa yang diimplementasikan dalam ensiklopedia. Bahasa yang digunakan pun tidak senada dengan ragam bahasa jurnalistik. Ringkas, padat, jelas, tetapi bukan untuk keperluan jurnalisme (bukan seperti reportase atau esai opini).

Penggunaan Bahasa Baku
Tidak ada ketentuan yang berat dalam Anda hanya cukup membiasakan menggunakan bahasa yang baku. Kalau di Wikipedia bahasa Indonesia, tentu menggunakan bahasa Indonesia yang dibakukan. Selain itu, substansi konten harus bersifat netral. Namun, netralitas yang ada tetap mesti didukung oleh validasi pengetahuan dengan menyertakan kutipan dan referensi yang diperlukan.

Nah, tidak jauh berbeda ketika menulis untuk ragam konten apa pun, kejujuran adalah mutlak disyaratkan. Kita tidak dapat dengan mudah menyalin rekat konten orang lain. Bisa-bisa terjatuh pada ranah pelanggaran hak karya dan hal ini dapat mengarah pada tindak pidana. Kita tidak dapat sekadar memindahkan konten dari satu-dua atau lebih sumber ke Wikipedia apa adanya.

Bercakap Kutip-Mengutip
Teknik menukil yang dianjurkan adalah mengutip secara tidak langsung. Sebetulnya, tidak masalah bila ada beberapa kutipan langsung, tetapi hal ini dilakukan untuk hal-hal yang teramat pokok saja. Sementara yang lainnya wajib berbeda dari konten sumber. Jangan sekadar mengetik ulang dari sumber yang ada, berusahalah mengatai-katai secara mandiri. Cara termudahnya adalah dengan membaca sumber secara mendalam terlebih dahulu, baru kemudian menuliskannya di Wikipedia tanpa menoleh ke sumber yang diinspirasi.

Tidak mudah memang sebab apa yang dilakukan tidak sekadar memparafrase, tidak sekadar memodifikasi beberapa kata agar tampak berbeda. Hal ini perlu latihan dan pembiasaan yang tidak sebentar. Yang tidak kalah penting, jangan lupa, jangan lupa tetap wajib mencantumkan rujukan/sumber yang diinspirasi.

Ketika menyematkan referensi pun, tidak dapat dilakukan sembarangan. Lebih disukai bila referensi mengandung informasi yang cukup lengkap, syukur dengan ISBN atau ISSN yang valid. Selain itu, ada kala kita perlu menggah berkas atau dokumen pendukung untuk memperkuat tulisan kita, tetapi hal ini tidak dapat suka-suka dilakukan.

Pahami Lisensi Terbuka (selaik CC)
Wikipediawan perlu memperhatikan hak karya yang tersemat dari artikel, gambar/citra, video, atau rupa lainnya. Ketika mengunggah sebuah konten, misalnya foto, foto tersebut wajib milik si pengunggah sendiri, secara mandiri diambil. Elok bukan karya orang lain. Bagaimanapun rupa foto tersebut, tidak akan berpengaruh banyak bagaimana kemenarikan tampilannya atau ketajaman pikselnya.

Apa pun wujudnya dan mengikuti regualasi dari Wikimedia Commons, berkas tersebut adalah memang milik pribadi. Ketika sudah diunggahkan di Commons, berkas tersebut sudah menjadi milik publik (dilepas dengan lisensi Creative Commons yang diberlakukan Wikimedia).

Semangat Berbagi
Pertanyaan senada di atas masih acap menghampiri. Mengapa kita perlu berkontribusi di Wikipedia? Apa yang akan diperoleh ketika sudah menyumbang pemikiran secara gratis di sana? Barangkali, mesti ada niat baik untuk mendukung hal ini. Tiada niat apa pun, kecuali memang ingin berbagi bagi yang lain, agar orang lain memperoleh manfaat pengetahuan yang diperlukan. Terlebih sifat Wikipedia yang terbuka bagi umum.

Otomatis, apa pun yang Anda kontribusikan di Wikipedia, insyaallah, akan berfaedah bagi khalayak. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat/bermaslahat bagi sesama? Hal inilah yang ditandaskan oleh Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wasallam, bukan?

Spirit serupa adalah apa yang diusung dalam ranah sumber-terbuka (open-source). Orang-orang di seluruh dunia, dengan latara profesi bervariatif mereka, berkontribusi pada serbaneka proyek sumber-terbuka, dari ranah kecil hingga lingkup yang lebih besar (luas). Pada dasarnya, sebelas-duabelas dengan konsep Wikimedia, pada intinya adalah pada berbagi dan berkontribusi bagi semesta yang lebih baik—insyaallah.

Wikipedia terus diperbarui setiap hari, setiap menit, setiap detiknya. Selaik para kontributor di dunia sumber-terbuka, siapa pun dapat urun rembug atau turut serta ‘menyumbang’. Mengutip kalam Pak Ivan yang tidak jarang beliau haturkan: “Sudahkah Anda menyunting Wikipedia hari ini?”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.