Mendoakan Kebaikan bagi Pemerintah

2 min read

Alhamdulillah, telah diumumkan secara resmi para pemimpin Indonesia yang baru. Bapak Presiden Joko Widodo pun masih Dipercaya-Nya untuk memimpin rakyat Indonesia. Sebagai mulism, tentu kita bergembira dan bersyukur atas hal ini kepada-Nya. Dipilih-Nya dan Diizinkan-Nya Pak Joko Widodo memimpin tentu berkait dengan takdir-takdir-Nya ke depan yang teramat luar biasa baik ke depan—insyaallah.

Kaum muslimin pun mendoakan kebaikan-kebaikan bagi Bapak Presiden Jokowi dan segenap aparat pemerintahan. Doa-doa baik elok senantiasa dipanjatkan kepada-Nya untuk pemerintah kita. Doa-doa baik tersebut merupakan ikhtiar kita agar Allah Mencurahi kebaikan bagi pemerintah dan hal ini akan berdampak baik bagi rakyat pula—insyaallah.

Pemerintah adalah merupakan bagian dari sistem. Namanya juga sistem yang dibuat manusia tentu tidak akan pernah luput dari kekeliruan. Tugas kita, sebagai rakyat, sekadar mengingatkan sesuai prosedur, dengan cara baik. Tiada larangan untuk menasihati pemerintah. Namun, ada yang lebih berhak untuk melakukannya, di antaranya adalah para ulama yang tepercaya.

Selesai nasihat telah dihaturkan kepada pemerintah, selesai pula tugas kita, hingga Allah Yang Berkehendak. Ikhtiar kita sudah cukup sampai di sini, tidak perlu berberat untuk menasihati berlebih, bahkan ingin mempublikasikannya. Mempublikasikan nasihat kita kepada pemerintah, yang biasanya diiringi dengan aib-aib yang ada, adalah tidak elok, tidak diperkenankan di dalam syariat.

Aib-aib pemerintah wajib kita lindungi, wajib kita jaga untuk tidak tersebar ke mana-mana. Aib-aib pemerintah adalah bagian dari aib-aib kita juga maka elok untuk sama-sama tidak disebarluaskan. Mencari-cari aib-aib pemerintah adalah petaka. Yang pokok adalah mendoakan kebaikan agar aib-aib mereka senantiasa Ditutupi-Nya dan Diampuni-Nya.

Berdemonstrasi di jalanan dengan maksud mengkritik pemerintah adalah bukan tindakan yang mewakili syariat. Lebih tepatnya, hal tersebut merupakan bagian dari tindakan bodoh. Mengapa demikian? Karena Islam tidak mengajarkan hal seperti itu. Kecenderungan dari aktivitas itu adalah minimalnya mengganggu ketentraman umum. Terlebih, demonstrasi di jalanan bukan merupakan syariat Islam, melainkan bagian dari rangkaian demokrasi barat guna menyampaikan aspirasi (unjuk rasa). Tiada teladan dari para pendahulu saleh kita perihal demonstrasi di jalanan guna menasihati pemerinta, tidak ada satu pun!

Semoga Allah senantiasa Melindungi pemerintah dan rakyat Indonesia dari makar-makar orang-orang yang tidak bertanggung jawab—amin. Semoga Allah Memandu para pembuat makar tersebut untuk kembali ke jalan yang benar (Al-Haqq)—amin.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.