Latif Anshori Kurniawan

Menulis di Simplenote dan WordPress.com

Dipublikasikan dalam Blog.

Masyaallah, cukup lama Pak Ivan Razela Lanin belum mengepos tulisan di WordPress.com. Sebelumnya, beliau diketahui menulis di ivan.lanin.org sebagai blog utama beliau alih-alih di WordPress.com. Akhirnya, muncul juga tulisan beliau pada akhir Desember lalu di layanan milik Auttomatic ini.

Tulisan terkini Pak Ivan di ivanlanin.wordpress.com bertemakan spirit menulis dengan aplikasi note-taking Simplenote. Saya juga menggunakan Simplenote. Nyaman sekali menulis berbantukannya. Masyaallah, serbaneka catatan dan tulisan bersemayam di sana. Mulai dari pelbagai renik ideasi nan sederhana hingga to-do-list mini harian. Sangat berdaya guna.

Notes bawaan iOS tetap masih yang utama dalam perangkat pribadi. Saya juga menggunakan Keep dari Google, sebagai cadangan beberapa catatan yang perlu diarsipkan, tetapi pada gawai yang berbeda. Sejatinya, saya lebih senang bila ponsel tampak lega; tidak banyak aplikasi terpasang, satu aplikasi untuk satu tugas/fungsi.

Tidak banyak app membuat banyak hal berbeda. Salah satunya ternyata cukup dapat menghemat daya baterai—tidak sekadar perihal bentang layar ponsel/gawai atau kecepatan prosesor yang tertanam. Perihal mengapa teknologi pengolah daya baterai kita masih kurang dapat mengkover kebutuhan bergawai kekinian, The Verge mengulasi apik di sini.

Rasanya gemas sekali ketika Pak Ivan berujar bahwa tulisan di Simplenote lebih mudah dipublikasikan ke akun WordPress.com kita. Sangat ingin! Sesuatu yang tidak asing sebenarnya, tetapi fitur ini belum genap satu tahun dirilis dan disematkan pada aplikasi Simplenote versi ponsel/gawai. Sangat praktis, menurut saya, daripada kita menulis di aplikasi native WordPress secara langsung yang belum tentu terkoneksi blog kita dengan baik, terutama bila blog di-hosting mandiri (beberapa pengaturan di sisi peladen diperlukan agar dapat terhubung dengan aplikasi).

Narablog senior lainnya, yaitu Pak Budi Rahardjo (dengan blog yang dikenal sebagai blog populer dengan visitasi teratas di Tanah Air), juga masih rajin menulis/mengeblog di WordPress.com, sekalipun beliau juga punya web pribadi dengan domain .ID. Nyaris selalu ada tulisan beliau tiap bulannya di rahard.wordpress.com. Barangkali, kalau dapat diramu dan dijadikan buku, blog beliau tersebut sudah mumpuni, ya; he he he. Ah, lagi-lagi, mengeblog di WordPress.com atau menulis di Wikipedia rasanya lebih membebaskan daripada membuat buku, ‘kah? He he he. Saya kurang tahu-menahu apakah beliau, yang akrab dengan nama pengguna @rahard tersebut, menggunakan Simplenote juga.

Setali tiga uang dengan apa yang dilakukan dua tokoh teknologi informasi di atas, dai-dai Islam di Barat juga memanfaatkan WordPress.com sebagai wadah publikasi, salah satunya adalah Ustaz Abu Khadeejah Abdul-Wahid (semoga Allah senantiasa Menjaga beliau) dari Birmingham, Inggris Raya. Masyaallah, bejibun artikel perihal Islam dalam bahasa Inggris dari beliau, lengkap dengan referensi sahih yang disertakan. Benar-benar seorang alim-saleh yang sangat layak memperoleh tazkiah (rekomendasi) dari ulama besar kekinian, yaitu dari Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali dan Syaikh Ubaid al-Jabiri (semoga Allah senantiasa Menjaga mereka). Tidak kalah dengan Pak Budi, bahkan Ustaz Abu Khadeejah lebih sering menulis dan dibagikan di blog beliau di abukhadeejah.com.

Web/blog abukhadeejah.com menggunakan layanan WordPress.com berbayar. Ber-hosting di sana, alamat domain pun dari sana. Lantaran memanfaatkan layanan WordPress.com, Anda pun dapat mengikuti pembaruan feeds beliau (dengan mengeklik Follow yang biasanya terdapat pada bagian bawah web/blog di WordPress.com). Selain beliau, salah satu komunitas Salafiyyah di Kota Menchester juga berlangganan layanan di WordPress.com, dengan alamat salaficentre.com.

Saya pribadi seakan ingin menautkan antara blog ini dengan layanan yang terdapat di WordPress.com. Dirasa praktis dan dinamis. Terlebih ketika menyadari bahwa tulisan-tulisan kecil kita di Simplenote dapat pula langsung dikibarkan di WordPress.com. Menyenangkan sekali. Namun, masih belum mengagendakan realisasinya, tetapi tidak menutup kemungkinan—insyaallah.

WordPress.com merupakan layanan utama perusahaan milik Matt Mullenweg yang berbasis di Amerika Serikat. Ia lebih dimahsyur sebagai wadah mengeblog gratis pada awal-awal kelahirannya. Kemudian, Auttomatic menawarkan layanan prima, setahap demi setahap. Pada sekitar 2013, mereka mengakuisisi Simperium, sebelum akhirnya menjadi Simplenote.

Banyak yang mengulas keandalan Simplenote. Fitur-fiturnya sederhana dan ringan digunakan merupakan nilai pokok darinya. Di samping itu, ia juga mendukung sinkronisasi konten tulisan pada perangkat atau peranti lain, selama masih menggunakan akun serupa (yang telah didaftarkan). Malas mendaftar? Ayolah, barang sejenak meluangkan waktu untuk melakukannya dengan bermodalkan alamat surel Anda. Tenang, tiada spam yang menghampiri surel dari Simplenote.

Pendaftarannya pun terbilang mudah, tidak banyak permintaan. Sekali Anda sign-up, Anda pun langsung dapat menggunakannya untuk mencatat, dan langsung tersinkronisasi antarperangkat yang sudah terpasang aplikasi. Anda dapat pula mengakses tulisan Anda via peramban web dengan mengakses app.simplenote.com (Simplenote versi aplikasi web/web-app).

Tidak perlu klik Save untuk menyimpan catatan lantaran memang tiada fitur tersebut, baik di native-app-nya maupun di web-app. Cukup berpindah antarcatatan, atau cukup didiamkan saja, apa yang Anda tulis sudah otomatis disimpankan Simplenote. Simpel, bukan?

Omong-omong, selain Simperium yang kemudian menjadi Simplenote, Auttomatic juga baru saja mengakuisisi Tumblr tahun lalu. Platform mengeblog kreatif kreasi David Karp tersebut telah menjadi bagian dari perusahaan Matt. Belum ada informasi lebih lanjut dari kisah perjalanan WordPress dan Tumblr ke depan. Rasanya menyenangkan pula bila ada integrasi antara Tumblr dan WordPress.com. Atau, dapat pula keterjalinan antara WordPress.com, Simplenote, dan Tumblr. Barangkali, kita dapat berbagi konten lintas ketiga platform tersebut. Mengapa tidak, kita tunggu tahun 2020 Masehi ini.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Simplenote termasuk aplikasi pencatat favorit Anda? Masihkah Anda rutin mengeblog selaik Pak Budi Rahardjo (dosen senior di ITB)? Apakah Anda masih gemar menulis di platform blogging selaik WordPress.com, atau mungkin yang lainnya (misalnya Blogger, Tumblr, dan sebagainya)? Atau, bisa jadi Anda masih lebih tertarik berbagi pengetahuan secara bebas di Wikipedia bahasa Indonesia, ya?

Dari kebiasaan menulis bebas di blog, tidak selalu identik menjadi penulis kenamaan, bahkan tidak sedikit yang mengalir menekuni bidang yang berbeda, selaik Matt (pendiri/pemrakarsa platform menulis open-source WordPress) yang menjadi angel investor untuk beberapa start-up. Apa pun, yuk terus menulis/mencatat nan berfaedah!