Latif Anshori Kurniawan

Olah Grafis Daring Taktis & Praktis ⭐

Diterbitkan pada dalam Blog.

Saya terkesima dengan adik-adik remaja santri/mahasiswa yang teramat terampil mendesain. Mereka tidak selalu mengharuskan diri berkreasi menggunakan perangkat lunak komersial populer selaik Photoshop (Adobe) atau CorelDRAW. Bahkan, dengan menggunakan ponsel atau gawai kekinian, begitu mudah merancang grafis. Dari yang sederhana hingga pada taraf rumit, barangkali tersedia pelbagai tools yang dapat diunduh melalui toko aplikasi platform umum iOS-Android. Preferensinya menjadi beragam. Belum tentu seorang desainer, terlepas dari bagaimana jam terbangnya, memfaedahi tools yang saling serupa.

Bergantung kebutuhan. Ada kala perancang grafik cukup mengandalkan fitur-fitur yang terdapat pada media sosial, terutama yang berfokus pada berbagi foto-video, semacam Instagram (termasuk Facebook), Snapchat, YouTube, TikTok, dan sebagainya. Tidak sedikit pengguna jejaring sosial tersebut juga turut berkontribusi mengkreasi efek-efek visual sehingga dapat menjadi alternatif bagi pengguna lainnya. Kekuatan komunitas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyedia layanan media sosial sehingga pelbagai kebutuhan pengguna pun terakomodasi atas komunikasi yang terjalin di dalam komunitas yang tumbuh secara organik.

Hal-hal visual pun menjadi kerucut fokus kekinian. Ranah-ranah pun barangkali makin berlimpah variasinya. Dari sekadar objek konten foto-video, efek-filter visual, copy-writing dan story-telling, distribusi yang makin berkembang sebagai NFT (yang dibekengi oleh teknologi blockchain), menjadi bagian dari dunia Metaverse (AR/VR), dan lainnya—yang makin cepat muncul dan memerlukan adaptasi yang tidak kalah cepat pula (masyaallah). Tools yang dikembangkan dengan cara ‘lama’ pun masih teramat berlimpah di dunia maya sehingga dominasi popularitas Photoshop dkk. bukan menjadi titik akhir. Alhamdulillah, atas Kuasa-Nya, banyak alternatif yang dapat kita faedahi selain dari yang telah disebutkan.

Barangkali, kita terbiasa dengan tools yang bersifat native terpasang di dalam perangkat keras komputasi (laptop, desktop). Namun, alhamdulillah, teknologi web makin ditingkatkan. Kehadiran bahasa skrip HTML5 saja sudah dianggap sebagai sesuatu yang keren, lebih-lebih hal ini didukung dengan kombinasi pengembangan perangkat lunak pendukung lainnya, baik dari sisi script, layanan data-base, dan lain-lain. Tidak mengherankan begitu mudah kita mendapati aplikasi yang dapat dijalankan sekadar menggunakan peramban (browser) web. Bahkan, sistem operasi Windows 11 berikutnya digadang-gadang dapat dijalankan di atas peramban.

Terdapat beberapa perangkat lunak yang dapat membantu Anda dalam merancang grafis secara daring (yang jamak masih ditawarkan dalam versi gratis). Sebab berbasis web (dapat digunakan sekadar menggunakan peramban), dapat dikata bahwa sifat penggunaannya adalah lintas platform (cross-platform). Hal ini sebab kekinian jamak perangkat/peranti yang terhubung dengan internet sudah terdapat peramban yang biasanya terpasang secara asali (default, bawaan perangkat). Apabila perlu dipasang pada perangkat, masih terkategori cukup ringan untuk dijalankan pada perangkat lawas yang masih memungkinkan. Sejatinya, tools yang ada dapat berupa apa pun dan/atau dari mana pun, bergantung kebutuhan dan tujuan penggunaan, yang barangkali dapat tereferensi dari rangkuman ringkas pos ini.

Vectr

Vectr merupakan perangakat lunak grafis guna mengkreasi gambar vektor. Perangkat grafis free ini amatlah sederhana. Namun, kesederhanaannya tidak menghalangi nilai keintuitifannya. Anda pun dapat menggunakannya secara daring (langsung dari peramban web favorit Anda).

SVG-Edit

Apabila Anda sebelumnya berasal dari dunia open-source, barangkali tidak asing dengan yang satu ini. SVG-Edit hadir guna mengakomodasi kebutuhan Anda mengkreasi dan menyunting citra berformat SVG. Antarmukanya sederhana sehingga dikesankan simpel dan mudah digunakan. Tersedia untuk dapat dijalankan melalui peramban populer, tidak jarang ia digunakan bahwa profesional kawakan di dunia grafis.

Pixlr

Barangkali, Anda pernah mendapati aplikasi grafis Pixlr di toko aplikasi mobile ponsel/gawai. Terutama vesi Online Photo Editor, Anda dapat menggunakan pula layanan Pixlr guna menyunting citra foto atau gambar melalui peramban yang dapat diakses melalui beranda web resminya. Tersedia pula versi native-app desktop yang tentu cukup menyamankan teman-teman yang gemar berkreasi dengan laptop/komputer.

Canva

Siapa yang tidak mengenal Canva? Nyaris jamak kita yang aktivitasnya tidak jauh dari sunting-menyunting konten visual mengenal aplikasi yang cukup mahsyur sebelum pandemi. Layanan yang berasal dari perusahaan rintisan Australia ini pun berkali-kali memperoleh penghargaan dan predikat terbaik. Bahkan, startup ini pun telah bervaluasi lebih dari sekadar unicorn. Versi free-nya masih terbilang teramat mengakomodasi bagi pengguna biasa, templatnya pun masih terbilang berlimpah. Lebih-lebih layanan versi pro-nya yang barangkali worth it bagi pengguna yang ingin memperoleh alternatif variasi yang—tentu saja—lebih berlimpah.

Crello

Tidak kalah serupa dengan Canva, Crello lebih cocok bagi Anda yang ingin memaksimalkan tampilan konten visual yang tersaji/tertayang pada media sosial. Begitu banyak templat yang disajikan. Kita pun dapat mengoptimalkan penggunaannya melalui aplikasi berbasis iOS atau Android (terbilang populer dan tidak kalah mudah saat digunakan).

Infogram

Berdasar nama, barangkali sudah dapat diindentifikasi bagaimana konsep yang ditawarkan oleh Infogram. Infogram membantu kita dalam merancang infografis. Kekinian, infografis menjadi bagian dari ranah citra yang acap selalu ada pada sajian data informasi, baik untuk ranah pemberitaan maupun ulasan historis dari sebuah peristiwa atau biografi tokoh tertentu. Dengan infografis, penjelasan informasi menjadi lebih menarik dan lebih mudah untuk dipahami dengan cepat.

Klex

Klex dikembangkan oleh Gravit Designer. Sebagaimana yang jamak diketahui, Gravit Designer telah dikenal lama untuk kualitas pengolah grafis yang mumpuni. Walaupun versi desktopnya didistribusikan secara komersial (berbayar), aplikasi Gravit Designer tidak diragukan lagi kekokohannya untuk olah grafis yang ciamik.

SculptGL

SculptGL unik. Kita dapat melakukan sculpt dan membuat sketsa ringan tiga dimensi hanya melalui peramban web. Versi aplikasi yang dipasang di desktop pun disediakan, dengan fitur-fitur yang selaras dengan versi webnya. Terima kasih kita untuk Stéphane GINIER.

Koda (Penutup)

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya bahwa sejatinya tools grafis, lebih-lebih bebas digunakan (free, gratis) masih terbilang berlimpah di dunia maya. Mengolah melalui peramban, barangkali, masih dirasa kurang begitu maksimal. Namun, paling tidak, olah grafis secara daring membantu kita untuk mengakomodasi kebutuhan desain yang ringan-ringan. Ringan atau tidaknya pun berpulang pada individu yang menggunakan. Ada kala, tidak sedikit hasil grafis yang luar biasa pun ternyata, atas Izin-Nya, berdasar kreasi melalui layanan daring web yang tersedia.

Kita tentu tidak melupakan betapa berdaya gunanya GIMP, Inkscape, Blender, dan banyak perangkat lunak olah grafis open-source lainnya yang masih populer digunakan meluas di pelbagai industri/bidang. Paint.NET, yang tidak kalah power-full, masih menjadi alternatif keren bagi sebagian pengguna kawakan. Apa pun desain yang dirancangkan, elok tetap memperhatikan banyak hal, di antaranya fon yang digunakan (barangkali dapat menggunakan fon kreasi Google sebagai alternatif), citra foto yang terdistribusikan (memang boleh atau tidak bila digunakan dari Flickr, VSCO, ataupun tempat lainnya–tolong tetap memperhatikan lisensi dan ketentuan yang diberlakukan), serta mungkin memerlukan bagan chart (terima kasih lagi-lagi Google) guna mendukung konten informatif yang disampaikan. Barangkali juga perlu inpirasi dari Pinterest dan berkomunitas melalui Behance (Adobe), Dribbble, dan lainnya. Alhamdulillah.