Latif Anshori Kurniawan

Kepada Pencari MacBook Pro Tangan Kedua

Diterbitkan pada dalam Blog.

Alhamdulillah, MacBook Pro (MBP) 2009 kami masih dapat digunakan. Walaupun pembaruan sistem operasinya, secara resmi, mentok pada versi El Capitan (10.11.6), tetapi cukup mendukung kebutuhan produktivitas perkantoran kami—atas Izin-Nya. Beberapa kali mencoba memasang macOS terkini dengan memfaedahi utilitas OpenCore Legacy Patcher (OCLP) secara dual-boot (menyandingkan dengan El Capitan, sebelumnya sempat triple-boot dengan Catalina pula). Runtutan pemasangan: El Capitan dahulu, lalu Catalina (dapat pula diikuti Windows), baru Monterey (sehingga terdeteksi OCLP; setelahnya dapat dipasang Linux Fedora—default kreasi ikon sistem Fedora pascapasang).

Monterey dapat terpasang, alhamdulillah, luar biasa disyukuri sebab sempat dapat merasakan pengalaman fitur-fitur terbarunya, meskipun tidak semua fitur dapat termaksimalkan. Sampai pun untuk (masih dapat memperoleh pembaruan/update sistem untuk) versi 12.3, macOS versi terkini tersebut masih dapat dijalankan di atas MBP 2009 bekas itu. Namun, sungguh jauh dari ideal, aktivitas berkomputasi kurang maksimal. Sejatinya, hal ini sesuatu yang lumrah terjadi, mengingat perangkat keras MBP ini tidak termasuk perangkat yang didukung oleh macOS terbaru (unsupported device).

Sekalipun sekadar menggerakkan pointer tetikus atau kursor papan ketik/kibor, percayalah, lebih baik menggunakan sistem yang secara resmi didukung. Sebab menggunakan OCLP, pengalaman berkomputasi yang ada tidak jauh berbeda ketika Anda melakukan hackintosh untuk laptop/komputer yang sejatinya didesain untuk non-macOS (biasanya Windows). Teramat ditandaskan: mending tetap dioperasikan di atas mesin Apple resmi.

Sebab terbilang melakukan aktivitas yang melanggar kesepakatan yang disampaikan oleh pihak Apple, aktivitas ber-hackintosh OCLP dapat dikategorikan sebagai tindakan di luar legalitas yang ada sehingga dengan tegas dinyatakan bahwa Apple tidak bertanggung jawab atas pelbagai dampak yang terjadi bila menggunakan utilitas di luar rilis resmi mereka. Teman-teman di dunia maya jamak memfaedahi OCLP sekadar sebagai pemenuh kebutuhan untuk belajar. Terlebih, pada dasarnya, kode-sumber sistem operasi macOS sendiri juga tersedia secara terbuka (bersifat open-source) sehingga tidak menutup kemungkinan siapa pun untuk mempelajari-nya.

Tidak masalah bila tidak menikmati Monterey berlama-lama. Ujung-ujungnya, kami kembali dengan El Capitan, yang cukup gegas dan masih sangat mengakomodasi tugas-tugas pekerjaan harian, terlebih bila tugas yang ada jamak berupa aktivitas berselancar di internet. Peramban web sumber-terbuka Firefox yang dapat dipasang berbatas pada versi Extended Support Release (ESR, 78.15.0esr). Namun, Chrome Canary masih dapat dipasang. Untuk layanan populer seperti WhatasApp for Desktop, barangkali versi beta-nya amat masih dapat difaedahi. Beberapa aplikasi populer, salah satunya Twitter, di toko aplikasi (Mac App Store) pun tidak tersedia untuk El Capitan.

Santai, banyak alternatif dari MacUpdate dan FileHorse.com untuk pelbagai aplikasi dan utilitas yang teramat berguna, tidak sedikit yang dikembangkan secara open-source. Alternatif lainnya? Barangkali, dapat memanfaatkan platform lain? Pasang saja Linux! Beberapa distribusi/distro Linux sempat pernah terpasang pula. Dari distro kegemaran personal terdahulu, yakni Slackware, distro populer Debian/Ubuntu/Mint, openSUSE Krypton (versi Tumbleweed dengan desktop KDE), hingga terakhir bersama Fedora. Antara keluarga DEB (Debian dkk.) dan RPM (Fedora dkk.), kami lebih acap dengan RPM. Di dunia Fedora, sejatinya masih terbilang baru, tetapi cukup familiar bila dikomparasikan dengan keluarga DEB. Ulasan pascapasang Fedora amat menarik pada salah satu blog berikut.

Fedora berlingkungan desktop GNOME, sesekali, terkendala pada sesi masuk lognya (login). Namun, hal ini dapat disiasati sedemikian rupa dari tutorial yang tersaji di samudra maya. Sempat juga bersama Fedora KDE, tetapi MBP 2009 kami terbilang ngos-ngosan bila dikomparasikan dengan GNOME. Secara personal, kami prefer Fedora Cinnamon, yang mengingatkan kita pada sistem LinuxMint (salah satu turunan Debian). Sejatinya, lebih ringan lagi bila ber-MATE dan/atau XFCE, tetapi Fedora Cinnamon tergolong ringan sekaligus menawan/menarik (meskipun masih perlu pemolesan lagi supaya dapat semenawan Cinnamon di Mint).

Entah dengan Monterey, tetap di El Capitan, atau memfaedahi Linux (atau sistem Unix BSD), tentu tertuai pelbagai ibrah sepanjang menggunakan MBP 2009 itu—insyaallah, masyaallah, alhamdulillah. Ibrah yang didapat begitu berlimpah, dan barangkali dapat menjadi saran rekomendatif kepada yang lain. Sekali lagi ditandaskan, kami pun mendapati perangkat MBP 2009 dalam keadaan bekas sehingga tidak seprima bila mendapati perangkatnya dalam keadaan rilis awal untuk tangan pertama. Bagi Anda yang hendak memfaedahi MBP bekas, berikut sedikit saran personal dari kami.

Riset, Riset, dan Riset

Risetlah terlebih dahulu atas apa yang ingin Anda beli! Versi MBP teramat berlimpah ruah. Nomor versi yang mana yang akan dibeli perlu diperhatikan pula. Elok, apabila ada, belilah versi yang tidak lebih dari lima tahun ke belakang. Pastikan informasi yang diperoleh cukup lengkap: dari ukuran layar (makin besar incinya, makin lega untuk dipandang, barangkali?), pernak-pernik organ elektronis yang terdapat di dalamnya (prosesor, memori/RAM, besar ruang penyimpanannya—apakah sudah SSD atau belum, dan lain-lain), hingga apakah versi tersebut aman dapat dibawa ke mana pun (terdapat MBP yang sama sekali tidak diizinkan masuk dalam pesawat terbang).

Berasal dari Pihak yang Membeli dari Toko Resmi

Pastikan perangkat MBP tersebut dijual oleh toko resmi, syukur toko tersebut resmi bekerja sama (terlebih di bawah otorisasi) dengan Apple, lebih-lebih beli langsung di toko fisik aslinya di dunia nyata. Hal ini karena memang Apple tidak mendistribusikan produk mereka sebebas-bebasnya. Dengan tegas mereka tidak menjamin layanan purna jual dapat terfaedahi bila produk yang kita peroleh bukan resmi dari mereka atau dari pihak-pihak yang diberi wewenang resmi oleh mereka.

Apabila Anda memperoleh MBP sudah dalam keadaan bekas (second-hand), pastikan ia bukan refurbished atau rekondisi. Syukur bila dari tangan pertama seseorang yang telah membeli dari toko resmi, lengkap (dengan dus, kabel, dan lain-lain), perlu disyukuri berlebih bila masih dalam masa garansi (tidak sedikit orang yang sekadar beli sebentar, kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih murah, bukan?). Pastikanlah seluruh perangkat kerasnya masih berfungsi dengan normal, syukur komponen yang ada belum pernah diganti sama sekali.

Pastikan pula fungsionalitasnya masih terjamin, seperti: fitur-fitur masih lengkap dan dapat berfungsi, memperoleh pembaruan sistem terbaru, semoga peroleh informasi secara jujur disampaikan bahwa ia tidak pernah jatuh, serta lain-lainnya. Pendek kata, secara fisik, peganglah perangkat MBP tersebut dan operasikanlah, temukan pengalaman Anda ketika berkomputasi di atasnya (apakah nyaman atau tidak, hal ini tentu bergantung pada selera tiap kita yang beraneka rupa).

Dukungan Pembaruan Sistem Terkini

Kalau kami pribadi, cukup memastikan perihal dukungan sistem macOS terkini atas apa pun perangkat Apple tersebut, baik masih baru (fresh) maupun sudah bekas. Hal ini sebab perangkat MBP cenderung dapat ditingkatkan (di-upgrade) dan masih dapat digunakan, tetapi menjadi berbeda bila ternyata tidak didukung/memperoleh pembaruan sistem terbaru. Walaupun sudah berusia cukup uzur dan tidak jarang terdapat peripheral yang perlu diganti, misalnya adaptor wifi, alhamdulillah, banyak tersedia di lokapasar. Fasilitasi jasa reparasi hardware Apple cukup banyak di Tanah Air. Namun, untuk keperluan apakah perangkat kita memperoleh update sistem operasi terkini, menjadi hal lain.

Elok jauh-jauh waktu sudah memastikan apakah perangkat yang dibeli akan didukung dengan pembaruan yang terus dilakukan Apple secara berkala. Itulah mengapa kami merekomendasikan bahwa umur perangkat tidak lebih dari lima tahun sejak kemunculannya. Sekali lagi, kalau perangkat kerasnya yang bekas, tidak masalah sepanjang masih didukung oleh Apple. Selaik pada ranah sistem iOS, Apple bahkan masih acuh pada iPhone lawas. Barangkali tidak memperoleh pembaruan dengan nomor versi 15 sekian, tetapi mereka mengakomodasi pembaruan iOS hingga 12.5.5 pada beberapa perangkat yang lebih lawas. Keren, bukan?

Menabung Jauh-jauh Hari

Ada kala, sering didapati, harga perangkat MBP, sekalipun bekas, masih cukup dirasa belum ramah kantong. Bak, dengan harga yang sama, dapat diperoleh perangkat ber-Windows 11 terkini dengan prosesor Intel i5 dan memori minimal 8 gigabita. Oleh karena itu, alih-alih menyerah, sebagai Apple Fanboy sejati (he-he-he), Anda dapat mempersiapkan alokasi finansial untuk memenuhi kebutuhan Anda tersebut. Daripada mencicil atau menggunakan kartu kredit, masih dapat menabung terlebih dahulu perlahan-lahan.

Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit. Tidak akan pernah dapat disangka, ternyata tabungan pun cukup untuk meminang MBP bekas (tangan kedua) yang dicitakan. Hal ini selaras dengan ibrah berkehidupan pada umumnya: rezeki adalah Kuasa-Nya semata, dengan tetap kita ikhtiari semampu dan semaksimal kita dalam kebaikan. Apabila terdapat persediaan dana berlebih dan Anda tidak nyana sebelumnya, mengapa tidak mencoba mendapati yang terbaru? Pun disilakan! Selamat ber-MacBook Pro!