Latif Anshori Kurniawan

Platform Medsos Baru Bernama Nostr

Diterbitkan pada dalam Blog.

Media dalam bersosialisasi keseharian kita telah beririsan dengan ranah digital elektronik, dengan perangkat yang terhubung jaringan internet. Selaik hal kehadiran layanan yang menghadirkan pemanfaatan listrik untuk mendukung aktivitas berkehidupan, media sosial (medsos) di internet menjadi bagian tidak terpisahkan. Begitu cepat kultur ini menggema di seluruh belahan dunia. Setiap kalangan, segala usia, apa pun aktivitas sehari-hari, tidak lepas dari bermedsos di dunia maya.

Layanan-layanan yang telah lama hadir pun berkembang. Itulah mengapa kami mengambil peristilahan medsos konvensional. Mungkin surel atau layanan pesan singkat (SMS) tidak termasuk di dalamnya, tetapi tetap menjadi pionir cara awal kita memanfaatkan teknologi informatika untuk berkirim pesan yang sekaligus mewakili sebagai bagian dari bersosialisasi. Hal ini tentu subjektif, tetapi bisa jadi Anda juga bersepakat bahwa layanan-layanan selaik Facebook, Twitter (sekarang X), YouTube, Instagram, dan layanan populer di Indonesia lainnya, dapat kita kategorikan ke dalam medsos konvensional. Setuju dengan hal ini?

Medsos-medsos yang disebut terakhir tersebut cenderung telah lama melintang di samudra maya. Tepatnya, lebih dari satu dekade mereka sudah hadir meramaikan beberapa aplikasi lain yang membutuhkan koneksi internet dalam ponsel atau gawai kita. Bahkan, senior-senior di pedalaman sekalipun, apabila beliau-beliau telah mengenal dan mendapati ponsel yang menghiasi kehidupan mereka, cenderung telah mengetahui medsos konvensional tersebut. Sekalipun beliau-beliau belum tentu memiliki akun atau memfaedahinya.

Medsos konvensional cenderung menggunakan konsepsi awal kelahirannya, yaitu terpusat pada pengelola medsos tersebut (yang diistilahkan sebagai centralized), apakah sebuah perusahaan atau organisasi kelembagaan, ataupun lainnya. Cenderung mereka dikelola oleh perusahaan yang lebih condong pada komersialisasi, terlebih bila layanan mereka masih bersifat gratis bagi pengguna. Kami sangsi bahwa layanan mereka berbayar justru menarik minat pengguna. Hal ini memang tidak kering risiko, ada harga yang harus dibayar.

Blantika permedsosan kita beberapa bulan terakhir dimeriahkan dengan pendatang baru, salah satunya adalah Nostr. Nyaris tiap hari, kami mengakses Nostr. Seolah Nostr menjadi must-have-app, yang tidak terlewatkan pada beberapa hari terakhir, baik itu melalui gawai tablet bersistem iPadOS lawas maupun ponsel Android istri. Padahal, tiada notifikasi apa pun di sana alias terbilang sepi. Namun, sebab saya hanya berfokus pada konten persona-persona yang (menurut hemat kami) mengerti teknologi Bitcoin teramat dalamnya, di antaranya: Jack Dorsey (kopendiri Twitter), fiatjaf (pengembang pertama Nostr), dan beberapa penggawa Bitcoin, kami lebih cenderung di Nostr setelah Twitter/X.

Sama sekali bukan soal Bitcoin—dan kami belum pernah jual-beli aset kripto induk ini. Kami ber-Nostr sebab teknologi protokol terbuka yang diimplementasikan. Nostr masih terbilang populer di kalangan komunitas Bitcoin, baik internasional maupun lokal. Untuk lokal, komunitas Bitcoin Indonesia berlokasi di Bali. Nyaris tidak ada pembahasan trading dari segenap senior Nostr di sana, yang cenderung lebih menekankan pada aspek keterbukaan dalam bermedsos. Bahkan, salah satu pengguna Nostr, beberapa hari lampau sempat mengepos notes berikut.

Nostr is Linux for social media.

(Salah satu notes dari pengguna Nostr.)

Nostr untuk Medsos yang Lebih Baik?

Nostr lahir bukan sekadar sebagai alternatif bermedsos, lebih-lebih setelah banyak hal Twitter dibeli oleh Elon Musk—toh masih lebih banyak tokoh yang lebih memilih platform Twitter/X daripada medsos lainnya, bukan. Di samping Nostr, terdapat Bluesky (yang telah dibuka pendaftarannya untuk publik, tidak lagi melalui invitasi) yang berbasis AT Protocol, Mastodon ber-ActivityPub (yang direkomendasikan oleh konsorsium waring wera wanua W3), Threads dari Meta yang mencoba bergabung dengan dunia Fediverse serupa Mastodon tersebut, Farcaster yang terbaru, dan lain-lain), melainkan juga menawarkan kebebasan bagi pengguna untuk berkomunikasi dan berekspresi secara meluas. Nostr mengoperasikan protokol terbuka menggunakan “relay” untuk mengirim dan menerima konten. Tim Nostr menandaskan bahwa tiada isu-isu umum yang terjadi di medsos konvensional, semacam: monetisasi, iklan, algoritma yang mengarahkan untuk kepentingan tertent, dan spam, di platform terbuka ini.

Nostr, yang merupakan akronim dari “Notes and Other Stuff Transmitted by Relays” ini, tidak sama dengan blockchain. Bukan pula Web3 (masih ingat ingar-bingar NFT?) ataupun pengembangan koin-koin lainnya—kami masih di tim-yang-tidak-menyentuh-Web3-dkk. tersebut. Pendek kata, selaras terminologinya, konten-konten di Nostr ditransmisikan sedemikian rupa melalui relay yang diberdayakan dari server-server yang menyediakannya. Nostr memiliki kedekatan dengan komunitas Bitcoin sehingga beberapa hal terimplementasikan, salah satunya antarpengguna dapat memberi-menerima aset kripto tersebut.

Omong-omong, Satoshi Nakamoto (penemu Bitcoin) tidak pernah menyebut istilah blockchain, Web3, dan seterusnya, lo.

(Sumber: Artikel yang dirilis Satoshi pertama kali perihal Bitcoin.)

Nostr sepenuhnya menjamin independenitas penggunanya. Sampai-sampai, pada banyak hal mayor utama, kita tidak perlu membagikan alamat surel atau nomor ponsel pribadi kita hanya untuk memiliki akun Nostr. Kalaupun terdapat beberapa ketentuan kita perlu menyebut alamat surel, cenderung tidak berkait secara langsung dengan perakunan Nostr, salah satunya berkait dengan dompet digital dari pihak ketiga di luar aplikasi klien Nostr—dan hal ini jarang terjadi. Selebihnya, Nostr tidak mensyaratkan identitas yang biasa kita sampaikan untuk medsos konvensional, (selain alamat surel dan nomor ponsel) terlebih tanggal lahir, lokasi saat ini, dan seterusnya. Tidak salah lagi, Nostr tidak di bawah entitas perusahaan tertentu sehingga jaminan tidak dimonitor sebuah perusahaan dan menjadi target iklan adalah keniscayaan—insyaallah.

Nostr, yang membawa prinsip keterbukaan, dikembangkan secara terbuka (open-source) pula. Sebab open sehingga menjadi bagian komunitas FOSS, siapa pun dapat mempelajari dan berkontribusi pada proyek yang mengusung protokol terbuka dan transparan ini. Protokol yang dikembangkan pun menjamin idealisme yang umum diharapkan, salah satunya berkait privasi antarpengguna yang benar-benar terjaga. Hal ini yang membedakan dengan platform berprotokol terbuka lain sebagaimana yang telah disebut. Dengan kata lain, sebab menggunakan protokol terbuka berbeda, Nostr berdiri sendiri (berdikari mandiri) dan tidak menjadi bagian Fediverse. Basis dunia yang teramat berbeda. Serupa, tetapi tidak sama.

Nostr mudah diakses dan terbilang gegas (bergantung server yang menyajikan relay, yang cenderung stabil, dan layakan klien yang mengakomodasi) daripada medsos lainnya. Apabila awal-awal berhadapan dengan Nostr, mulai dari membuat akun hingga beraktivitas di dalamnya, apa pun aplikasi klien yang digunakan, mungkin kurang nyaman. Permasalahan awal pengguna baru, biasanya, berkait dengan public-key dan private-key yang terlalu panjang dan rumit sehingga tidak mudah dihafal. Namun, sekali dapat mengkreasi akun dan mengamankan private key yang disertakan (lalu disimpan di tempat yang paling aman), akun awal kreasi tersebut cenderung dapat diakses kembali—insyaallah.

Ya, yang paling penting untuk dijaga, yang paling utama, adalah private-key Nostr. Elok tidak perlu dibagikan kepada siapa pun. Hal ini sebab tiada autentikasi atau atur ulang sandi saat log masuk platform Nostr, baik melalui aplikasi mobile maupun web/desktop. Kita diberi kuasa untuk hanya memiliki private-key tersebut sebagai satu-satunya kunci masuk Nostr. Menarik, bukan? Hal inilah yang menjadi keunikan Nostr, kita cukup log masuk platform sekadar mengentrikan kunci/sandi privat kita sebelumnya.

Bagaimana kalau lupa atas private-key? Kita pun dapat mengkreasi lagi akun baru. Ada beberapa saran yang realistis, tetapi tidak mudah, salah satunya adalah menghubungi pengembang perdana Nostr. Namun, barangkali kita cukup terlabeli sebagai pengganggu beliau yang supersibuk dalam hal pengembangan Nostr bersama tim. Saran kami, tetaplah berupaya untuk dapat menyimpan secara aman dan nyaman atas kode private-key tersebut, sekalipun minimal melalui password manager bawaan peramban yang acap digunakan.

Kalaupun kita sudah jengah dengan Nostr, opsi menghapus akun Nostr terbilang mudah. Namun, mohon dimaafkan, barangkali beberapa pos Anda sebelumnya tetap masih bertahan di dunia Nostr. Ketika Anda mengepos sesuatu di Nostr, yang terbilang teramat unik lagi, konten Anda tidak mudah dihapus. Ya, berhati-hatilah ketika mengepos sesuatu. Terdapat beberapa aplikasi klien yang memberikan opsi hapus konten, tetapi cenderung tidak dapat dieksekusikan. Hal ini justru menjadikan Nostr unik, setiap nyaris apa pun yang dipos sebagai kontan di Nostr, ia akan tersemat di sana cukup lama, lebih-lebih tidak menghapus akun sama sekali. Keunikan ini menjadikan pengguna Nostr cukup berhati-hati atas apa yang disampaikan, sangat jarang persona yang kami ikuti (jamak penutur berbahasa Inggris) di Nostr melakukan saltik.

Bagaimana Ber-Nostr

Untuk mengakses Nostr, salah satu cara yang paling mudah adalah melalui aplikasi kliennya. Bagi Anda pengguna iOS atau iPadOS, dapat memfaedahi Damus. Bagi pengguna Android, dapat menggunakan Amethyst yang digadang-gadang sebagai klien Nostr terlengkap. Selain dua ini, terdapat Primal dan beberapa lainnya. Primal tersedia untuk dua platform populer tersebut, dan kami cenderung acap dengan Primal dan Damus. Untuk aplikasi klien Nostr lainnya, lebih lanjut, sila tengok-tengok Nostr Apps. Untuk panduan bagi pemula, salah satunya adalah web Nostr.how dapat difaedahi.

Salah satu kekhasan di Nostr adalah kita dapat saling mengirim (diistilahkan sebagai Zap) satuan pecahan terkecil Bitcoin, yakni Satoshi (atau disingkat dengan Sat). Anda dapat menge-zap pos (diistilahkan sebagai notes) dengan sat yang manasuka. Ukuran asali terkecilnya, biasanya, adalah 21, tetapi ini tidak mutlak, bahkan kita pun dapat menge-zap seseorang melalui profilnya hanya dengan 1 sat. Namun, memang, umumnya, minimal 21 sat. Berbagi sat semacam ini dapat dimaknakan dan digadangkan sebagai upaya saling mengapresiasi antarpengguna yang lebih baik sebab kita berbagi. Antarkita tidak perlu mengetahui nomor rekening bank atau alamat Bitcoin (sekalipun tidak dilarang), kita pun dapat saling berkirim dan/atau berbalas zap dengan beberapa keping sat dengan mudahnya melalui aplikasi.

Baru-baru ini, khusus pengguna Primal, dalam melakukan aktivitas menge-zap, pengguna Nostr begitu dimudahkan—alhamdulillah. Hal ini sebab dompet digital Primal (atau Primal Wallet) dapat di-top-up dengan pelbagai metode pembayaran melalui Google Play dalam Android kita. Kerennya lagi, apabila kita memiliki wallet digital lainnya, salah satu misalnya adalah Wallet of Satoshi, Primal Wallet dapat mengirim dan menerima satuan sat dari-dan-ke antardompet tersebut. Canggih, bukan? Hal ini tentu memudahkan pengguna pemula Nostr yang cukup kebingungan atas kerumitan bila hendak berbagi/zap sat untuk mengapresiasi pos notes pengguna atau bahkan pengguna itu sendiri. Masyaallah. Omong-omong, baik Primal Wallet, Wallet of Satoshi, maupun lainnya, menggunakan jejaring Lightning Network (LN). Untuk dompet LN lainnya, dapat memfaedahi web berikut.

Nostr populer di komunitas Bitcoin. Bagi Anda yang tidak menggemari Bitcoin pun, dapat tetap menggunakan platform yang makin hari makin ramai ini. Tidak ada yang mengharuskan ber-Bitcoin, sekalipun memang komunitas aset kripto ini begitu kuat di sana. Mayoritas adalah bitcoiners, tetapi mereka tidak memaksa Anda ber-Bitcoin. Cenderung mereka sekadar mengepos beberapa notes yang berisi hal-hal teknis per-Nostr-an. Mungkin, selain komunitas Bitcoin dan open-source, platform berbasis Nostr lebih masih diwarnai warganet yang peduli perkembangan IT. Namun, sejatinya, siapa pun dapat memaksimalkan Nostr untuk berkarya secara bebas dan terbuka. Hal ini mengingatkan kita pada awal-awal bagaimana Twitter dahulu dirilis pada 2006/2007, kemudian menjadi populer setelah Facebook, sampai dengan sekarang ini.

Plus-minus ber-Nostr, ya. Konsepsinya tidak kalah serupa, sejatinya, yaitu menyajikan wadah berekspresi bagi warganet untuk terkoneksi antara satu dan lainnya. Namun, tidak dapat dimungkiri, Nostr merupakan salah satu terobosan yang cukup signifikan setelah berdekade-dekade kita disibukkan dengan konfirmasi username, e-mail, password, bahkan nomor telepon, yang tidak ringkas, membersamai terobosan kendaraan listrik dan pengembangan kecerdasan buatan yang makin nyata menyeruak dalam kehidupan sehari-hari. Nostr membelah tradisi lama tersebut dengan hal baru yang lebih simpel. Sebagai pengguna, kita hanya pegang kunci-nya.

Barangkali, saat ini, Nostr masih belum populer untuk khalayak pada umumnya, yang masih gemar dengan medsos konvensional populer. Bukan tidak mungkin Nostr makin diminati ke depan, hal ini mengingat kuantitas pengguna yang terus bertumbuh dari pelbagai kalangan (tidak sekadar dari komunitas Bitcoin). Komunitas Bitcoin yang cukup besar di Nostr, tetapi kita perlu cermat bahwa komunitas ini yang sejati adalah bersama-sama dan saling mengenal dan dikenal antarpenggawa Nostr yang telah disebutkan. Selaik hal begitu berlimpah komunitas Bitcoin di Twitter/X, tetapi hanya satu komunitas yang berisikan beberapa penggawa Nostr.

Koda: (Tetap) Bijaklah dalam Bermedsos

Sebagai pengembangan teknologi baru, tentu kita tetap perlu mawas diri dan berhati-hati dalam penggunaan Nostr. Tidak sedikit pula pengguna baru yang mencoba berbuat yang tidak-tidak, dan kita tetap harus sober dalam banyak keadaan. Elok, apabila belum ada kebutuhan untuk belajar Nostr, tidak perlu bersentuhan dengannya dahulu tidak mengapa—hal ini saran kami pribadi. Perlu banyak membaca dan riset berlebih dahulu sebelum memasuki dunia Nostr, terutama berkait kebutuhan antarindividu yang tentu beraneka rupa.

Sebagai pengguna pada umumnya, perlu membatasi diri supaya tidak begitu mencandu. Ya, Nostr bisa jadi dapat menyebabkan mencandu sebab pos-pos notes yang dibagikan pengguna populer acapkali berasal dari penggawa Nostr, yang cukup menarik untuk disimak. Penggawa yang benar-benar peduli Bitcoin bukan sebagai jalan menuju kekayaan dengan memiliki aset tersebut, melainkan untuk mempelajari bagaimana dan faedah teknologi Bitcoin di kemudian hari. Kami pribadi belum pernah bersentuhan dengan koin-koin ataupun NFT. Sekali memasuki komunitas Bitcoin, langsung berhadapan dengan Nostr yang … menurut kami, lebih bersahabat (untuk saat ini), terutama dalam bermedsos kekinian, yang (kalau bermedos konvensional lainnya) cenderung mengandung banyak distraksi dan kita teramat perlu filter berlebih.

Kami menaati pemerintah Indonesia bahwa Bitcoin sebagai aset/komoditas, bukan sebagai alat pembayaran (lebih-lebih mata uang).

BAPPEBTI, Kementerian Perdagangan, Republik Indonesia

Inti dari pos ini bukan untuk mempromosikan Nostr dan Bitcoin sejatinya. Tidak dimungkiri, teknologi Bitcoin dan Nostr merupakan pencapaian pengembangan teknologi yang signifikan bagi kemaslahatan bersama. Terlebih keduanya dikembangkan secara open-source sehingga siapa pun dapat berkontribusi mempelajarinya. Namun, sejatinya, pesan dari pos kami ini adalah mengajak pembaca untuk lebih aware dalam bermedsos. Kehadiran Nostr sebagai salah satu tanda bahwa, sekelas orang Barat pun kurang nyaman dengan keadaan medsos konvensional populer yang hinggap di ponsel-gawai kita kekinian. Kegelisahan mereka pun bukan tanpa sebab dan banyak hal.

Mungkin saja, kebutuhan mereka ber-Nostr adalah sebab platform yang diprakarsai implimentator pertama pada 2020 ini lebih condong pada aspek terbukaan dan transparasi informasi, antisensor, dan mendukung kebebasan berbicara/berekspresi (free-speech), yang dirasa masih kurang diusung oleh segenap bagawan medsos besar terkemuka sebelum-sebelumnya, seperti Twitter/X, Meta, dan kawan-kawannya. Namun, barangkali bukan kita yang di Indonesia. Kita masih belajar mengelola banyak hal, termasuk mengelola diri ketika mengoperasikan fitur-fitur medsos yang ada, yang cenderung masih abai dengan aspek privasi. Betapa banyak dari kita masih begitu mudah menyampaikan sesuatu yang tidak berkonteks dengan dalih bercanda di medsos. Padahal, belum tentu itu baik bagi semua, belum tentu tidak menyakiti sesama. Kita, rakyat negeri ini, tidak seperti orang Barat yang bebas dan membebaskan. Kita punya nilai, mereka pun memiliki nilai sendiri di tanah air mereka.

Kalaupun bebas, nilai kebebasan di Tanah Air adalah kebebasan yang bertanggung jawab, kebebasan yang bernorma, bukan paham liberal yang menjadi fondasi seperti Barat. Tidak dapat dibendung lagi, sebagian besar kita (mau-tidak-mau) ujung-ujungnya bermedsos. Ketika bermedsos, elok kita perlu belajar berlebih, perlu riset banyak hal berlebih, perlu memfilter diri saat bermedsos berlebih. Kita yang pegang kendali, atas Izin-Nya, atas apa yang terdapat dalam ponsel-gawai kita. Apa yang kita ketik, apa yang kita simpan, apa pun yang tersemat di dalam ponsel-gawal kita, kitalah yang bertanggung jawab sekarang dan di hari kemudian nanti. Bismillah, kita dapat memfaedahi medsos di dunia maya dengan lebih sehat dan bijak lagi—insyaallah.

Dengan ini pula, semoga, dengan kehadiran Nostr, terdapat pengembang dalam negeri yang menginisiasi layanan klien berbasis Nostr dengan server (dan terutama relay) yang berlokasi di negeri sendiri, dengan talenta pengembang jamak dari Indonesia. Beberapa layanan Fediverse telah difaedahi pengembang lokal, sekalipun tidak populer. Namun, bukan tidak mungkin akan ada pengembang Tanah Air yang berkenan mengkreasi layalan klien berbasis Nostr sehingga rakyat Indonesia pun peroleh faedah bermedsos Nostr dan lebih menyadarkan sebagian besar penggunanya perihal privasi dan keamanan data pribadi. Insyaallah. Wallahualam bisawab.