Islam

Bismillah.

Berislam adalah berkehidupan. Tanpa Allah Menciptakan Islam, entah bagaimana kehidupan duniawi ini. Alhamdulillah atas nikmat Allah berupa agama nan mulia ini. Segala Puji bagi Allah, Dia Menganugerahkan Hidayah-Nya kepada kita (semoga terus-menerus, selamanya, dan hingga akhir hayat—amin).

Salah satu kewajiban kita, sebagai salah satu wujud rasa syukur kita kepada Allah lantaran salah satu Karunia-Nya berupa Hidayah-Nya (keimanan), di samping peribadatan nan utama, adalah menuntut ilmu (Islam) nan sahih (bersumber pada Quran dan Sunnah yang autentik). Apabila ruang dan waktu begitu berbatas, apabila belum mudah bersemuka dengan para alim di tempat kita bermukim, subhanallah—walhamdulillah, Dia Mengakomodasi kita dengan serbaneka Kemahapemurahan-Nya. Salah satu nikmat Allah kekinian adalah jamak kaum muslimin dapat dengan mudah mengakses serbaneka perbendaharaan ilmu sahih Islam melalui pelbagai layanan yang terdapat di dunia maya (internet).

Anjuran dari para ulama dan asatiza kepada kita, sekalipun telah Dimudahkan Allah sehingga kita dapat mengakses ilmu melalui pelbagai peranti dan/atau perangkat gawai nan praktis, hendaknya kita tetap menghadiri majelis ilmu dan ber-mulazamah langsung di depan ustaz (atau ustazah khusus untuk para ummahat), lebih-lebih Diizinkan-Nya bermajelis bersama beberapa ulama—hal ini sebagai pengingat pokok kami pribadi. Selain itu, elok kita senantiasa berhati-hati dalam mengambil ilmu sebab tidak semua majelis kajian atas nama Islam bersungguh hati membawa amanah agama Islam kita nan mulia.

Salah seorang ulama pendahulu (Salafush-Shalih), yakni Muhammad bin Sirin (atau dikenal pula dengan panggilan Ibnu Sirin)—rahimahullah, mengatakan (dalam Muqaddimah Sahih Muslim): “Sesungguhnya, ilmu ini adalah agama, hendaklah kalian melihat dari siapa kalian mengambil agama kalian.” Oleh karena itu, dimohon berkonsultasi kepada para ulama, asatiza, dan para ikhwan se-manhaj terdekat perihal kajian Islam sahih dan tepercaya di daerah tinggal Anda.

Se-manhaj adalah kemestian. Apabila se-manhaj, niscaya akan didapati ketenangan—insyaallah. Ada rambu-rambu ringkas yang kiranya dapat dijadikan rujukan bagaimana kajian Islam se-manhaj yang baik.

  • Tidak dihiasi: maksiat, inovasi yang tidak berdasar pada Quran dan Sunnah sahih, dan/atau hingga/bahkan ‘ritual/amalan’ menyekutukan Allah Ta’alawallahul musta’an. Dakwah yang Haqq dibangun tidak di atas kemaksiatan dan/atau penyekutuan kepada selain-Nya sedikit pun. Islam telah datang dengan sempurna dari-Nya—dengan penuh kedamaian dan keadilan. Islam tidak perlu dimodifikasi, ia sudah sesuai untuk seluruh makhluk/ciptaan-Nya (manusia dan semesta) serta sesuai untuk serbaneka konteks waktu/kehidupan atas Izin-Nya. Selama bendera Tauhid sungguh-sungguh ditegakkan dengan Al-Haqq (digigit dengan geraham kesabaran dan kesungguhan di atas Jalan-Nya), berjalan bersama para ulama pendahulu dan ulama kibar dunia kekinian, insyaallah, Allah senantiasa Membersamai. Bersabarlah, hayyaakumullah!
  • Tidak berlebih dalam canda dan penuh kesia-siaan—sebab banyak canda dan tawa akan mematikan hati, sedangkan perbuatan sia-sia hanyalah membuang waktu dan menguras energi yang semestinya elok digunakan untuk hal-hal yang lebih berfaedah.
  • Tidak mengolok-olok: ayat-ayat Quran, serbaneka syariatnya, serta kalam/sabda Rasulullah dan nasihat para alim ulama.
  • Tidak provokatif, tidak menyebar propaganda, tidak membuat pernyataan ketidaksukaan duniawi kepada persona/individu atau kelompok/organisasi/lembaga duniawi tertentu yang masih diakui, diizinkan, dilindungi, dan dijamin keamanannya oleh pemerintah/negara.
  • Tidak memuat perkataan/kalam cibiran/celaan kepada penguasa/pemerintah, baik kepada segenap (baik individual maupun kelompok) aparat pemerintah maupun pada kebijakan mereka—sebab wajib bagi kaum muslimin untuk taat kepada pemerintah. Alhamdulillah, dapat dikatakan bahwa Indonesia merupakan negeri Islam (dengan mayoritas penduduk beragama Islam, dengan Pancasila yang sarat nilai-nilai Islam), kita wajib taat kepada Bapak Presiden Indonesia dan segenap aparat pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Oleh karena itu, kita Dilarang-Nya untuk memberontak kepada pemerintah, kita Dilarang-Nya menghina pemerintah, kita Dilarang-Nya berdemonstrasi di jalanan (entah apapun penamaan aksinya)—terngiangkanlah nasihat-Nya: janganlah kita membuat kerusakan di muka Bumi.
  • Tidak mengandung pemikiran ekstremisme/terorisme/radikalisme atas nama Islam, yang jamak disebarkan oleh kaum Khawarij. Khawarij telah ada bahkan sejak Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—masih hidup. Kepada para Sahabat Rasulullah, Khawarij membenci dan menghinakan (merendahkan) para Sahabat, padahal Allah Memerintahkan kepada kita agar tidak mencibir satu pun Sahabat Rasulullah. Kepada pemerintah Indonesia, salah satu indikator karakteristik/sifat/tabiat Khawarij adalah gemar mengkritik pemerintah (di media mana pun), mencari-cari aib pemerintah, bahkan mengafirkan pemerintah. Kepada para nonmuslim awam di Indonesia, Khawarij berani berbuat zalim (padahal Allah Memerintahkan kepada kita agar berbuat adil kepada siapapun). Kepada kaum muslimin di negeri-negeri Islam, Khawarij pun gemar menumpahkan darah (bahkan dengan segala cara, termasuk menghalalkan bunuh diri), mereka amat membenci Arab Saudi dan sekutunya. Berhati-hatilah dan waspadalah dengan sifat/sikap Khawarij.
  • Tidak ada kalam jihad fi sabilillah ke medan perang untuk membela kaum muslimin (bukan kaum Khawarij, bukan penganut agama Syiah atau nonmuslim yang mengatasnamakan Islam lainnya), baik di dalam negeri maupun di luar negeri, kecuali atas izin penguasa/pemerintah/negara setelah atas rida orang tua, keluarga, sahabat, dan segenap asatiza berlandaskan nasihat para ulama. Apabila ada sebagian kaum muslimin yang tertindas di sebuah negeri, yang paling pokok untuk mudah dilakukan adalah mendoakan kebaikan bagi mereka dengan sebaik-baik doa kita (apalagi bila telah dihasung oleh asatiza), dan menyampaikan bantuan (infaq, shadaqah) semampu kita melalui pelbagai saluran yang diizinkan pemerintah.
  • Tidak mendukung paham-paham duniawi (politik atau lainnya) yang telah dilarang keberadaannya secara konstitusi, peraturan perundang-undangan, dan/atau hukum nasional yang berlaku di Indonesia, seperti komunisme (beserta ideologinya), separatisme (pemisahan diri secara kewilayahan dengan berkudeta—memaksa masyarakat setempat untuk berpisah dari Indonesia, tanpa izin pemerintah). Indonesia adalah negeri Pancasila, yang sarat atas nilai-nilai Islam dan antikomunisme—referensi perihal penyimpangan, kesesatan, dan kejahatan komunisme dapat merujuk pada laman web Antikomunisme. Selain itu, Indonesia juga merupakan negeri yang sarat atas persatuan dan kesatuan bangsa, elok kita tetap bersatu padu (tidak memisahkan diri dari pemerintah Indonesia) sehingga—atas Izin-Nya—terciptalah ketenangan dan perdamaian di Bumi Nusantara.
  • Selalu berpegang pada nasihat yang “paling baru”/terkini/mutakhir dari para Salaf, jumhur para ulama, asatiza, dan segenap ikhwah shalih lainnya. Bersatulah bersama mereka! Hayyakumullah (semoga Allah Menguatkan Anda semua)!

Berikut beberapa pranala (tautan, links) laman situs web ihwal khazanah pengetahuan Islam nan sahih dan kredibel—insyaallah. Pranala-pranala, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri, atas Kuasa dan Bantuan Allah, dikumpulkan atau disarikan sedemikian rupa. Semoga pranala-pranala pustaka Islam di bawah ini dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya sehingga dapat dituai serbaneka faedah kehidupan darinya.

Pranala Laman Para Ulama Islam (Jamak Berbahasa Arab)

Pranala Laman Asatiza (Para Ustaz) Barat (Jamak Berbahasa Inggris)

Pranala Laman Asatiza Ahlussunnah Indonesia

Penandas:
Alhamdulillah, sesungguhnya, terdapat banyak laman rujukan atau referensi ihwal kajian Islam daring yang se-manhaj lainnya, baik internasional maupun lokal. Mohon dimaafkan bila kurang dapat menampung semua pihak yang terafiliasi atau di atas jalan mahaj Al-Haqq yang sama, dan atas Izin-Nya, pada laman ini, hanya dapat ditampilkan beberapa pranala sumber yang pokok dan telah diketahui/dikenal baik oleh segenap alim ulama dan asatiza—insyaallah. Oleh karena itu, sebab keberbatasan kami, dimohon untuk menyampaikan koreksi bila mendapati hal yang perlu diluruskan, barangkali pula terdapat pranala yang tidak berfungsi dengan semestinya. Dimohon untuk tidak sungkan-sungkan menyambung wicara dengan kami.

Semoga senantiasa berfaedah, baik di dunia maupun di akhirat. Terima kasih, jazakumullah khairan katsiran (semoga Allah Membalas Anda dengan kebaikan dan pahala).

Nas-‘alullah: as-salamah wal-‘afiyah.
(Kita memohon—hanya—kepada Allah: keselamatan dan perlindungan.)