Tahun Baru Hijriah?

Malam ini adalah malam terakhir di tahun ini jika kita melihat kalender Masehi. Kalau kita baca sejarah, kalender Masehi adalah kalender yang dipedomani oleh orang-orang Kristiani di Barat sana. Padahal, kita, sebagai umat Islam, punya kalender atau penanggalan sendiri, yakni penanggalan Hijriah. Aku heran dengan beberapa orang yang mengaku beragama Islam, tetapi mereka ikut-ikutan tahun barunan Masehi. Padahal, tidak ada perayaan tahun barunan di dalam Islam, meskipun untuk tahun baru Hijriah. Lha wong tiada pula peringatan ulang tahun atau Milad di dalam Islam, lha kok mengada-adakan tahun barunan, tahun baru dari orang Nashrani pula.

Masih mending jika kita bertahun Hijriah, bukan bertahun Masehi. Banyak anjuran agar kita lebih berpedoman pada kalender Islam sendiri. Semua ibadah kita didasarkan dengan penanggalan Hijriah, bukan? Lebih baik berhijrah dengan Hijriah karena Masehi bukan berasal dari kita. Memang berat jika telah membudaya dan banyak orang yang akan memprotes karena sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun. Lebih baik di rumah, baca-baca buku atau majalah Islam, daripada di luar rumah dan ikut-ikutan menikmati suara terompet dan kembang api yang dinyalakan untuk memperingati tahun baru Masehi, tahun peribadatan orang nonmuslim Nashrani.

Jagalah agama kita dengan menjaga akidah kita!

Blogging di Yahoo! 360

Banyak sekali layanan yang terdapat di internet. Tidak hanya e-mail, ada media berinteraksi semacam Friendster dan layanan blog gratisan seperti Multiply, MySpace, dan Yahoo! 360. Saya lebih suka menuliskan unek-unek di Yahoo! 360.

Layanan blog dari Yahoo! tersebut cukup unik, kita dapat dengan leluasa mengubah tulisan dan pernak-pernik yang terdapat di dalam isi blog. Ada gambar yang dapat kita masukkan, baik di dalam isi blognya maupun sebagai latar belakang blog. Sangat atraktif.

Saya menggunakan Yahoo! 360 sebagai tempat bercurhat. Ada juga sisipan canda di dalamnya. Oh tidak, memang lebih serius pada candanya, he he he. Entah mengapa Yahoo! 360 tersebut kiranya dapat saya manfaatkan untuk berbagi rasa.

Rasanya belum tertarik layanan blog lainnya. Entah hingga kapan saya akan bertulis-tulis pesan di Yahoo! 360.

Terima kasih telah membaca tulisan saya ini.

Menikmati Hari tanpa Berupacara

Selama ini, hingga lulus sekolah menengah atas dulu, nyaris tidak melewatkan kegiatan berupacara di sekolah, entah ketika SLTP ataupun SMA, entah dapat jatah upacara pada pagi hari atau ketika penurunan bendera di sore hari. Akan tetapi, kali ini berbeda. Aku melewati hari hanya di rumah. Berlibur dalam sehari, tiada kuliah di kampus. Daripada bengong tidak berkegiatan, mending aku pulang saja, di rumah menemani ibu dan kakak. Cukup bersantai di dalam rumah menikmati hari dengan membaca-baca atau melihat orang lalu-lalang di luar rumah menuju tanah lapang yang dekat dengan rumah.

Ada juga teman-teman di kampus yang mengikuti upacara yang diselenggarakan oleh kampus, yaitu teman-teman yang memperoleh beasiswa atau masuk tanpa melalui tahap tes UMPTN. Atau, mungkin ada sebagian teman-teman yang ikut organisasi kampus, seperti BEM atau SKI (JN UKMI). Sementara aku, di rumah saja adalah pilihan tepat. Masih banyak buku-buku dan majalah yang belum kubaca. Buku-buku yang kusukai, seperti buku-buku yang berbau komputer. Banyak buku-buku komputer adalah pinjaman dari kakak sepupu. Kalau majalah, tidak terlalu banyak, mungkin tabloid Komputek yang membahas berbagai hal tentang komputer, kadang kubeli kadang kupinjam kakak sepupu (yang lain). Majalah-majalah yang kusuka pada beberapa waktu terakhir adalah majalah-majalah Islam. Terutama majalah Islam yang banyak membahas tentang sunnah-sunnah atau fiqih-fiqih. Selain komputer, belajar segala hal tentang agama mulia Islam adalah hal yang aku suka.

Kalau mengingat ketika sekolah dulu, banyak fitnah yang telah terjadi jika berhubungan dengan Islam. Kasus bom di Bali menyebabkan khalayak ramai cemas dengan keberadaan kajian-kajian Islam. Padahal, tidak semua kajian Islam mengajarkan kekerasan, mereka murni mengajarkan ajaran Islam yang sahih, bukan tentang kekerasan, bukan tentang memberontak kepada negara yang telah sah dan telah lama berdiri yang disebut Indonesia. Ngeri juga jika mendapati beberapa orang yang mengaku Islam, tetapi ia berjalan dengan apa yang disebut dengan organisasi N11. Aku tidak tahu apa bedanya dengan organisasi lainnya. Yang jelas organisasi ini membahas sedikit-sedikit thagut-thagut. Yang jelas mereka malah kelihatannya mendukung pemboman beberapa tahun lalu itu, ketika aku masih SMA (dan aku bersama beberapa teman Rohis memutuskan untuk tidak ikut berdarma wisata ke Bali setelah ada kejadian mengerikan itu). Aku tidak tahu mengapa melakukan pemboman itu, padahal melukai banyak orang yang tidak tahu-menahu, bahkan tidak tahu-menahu tentang Islam sama sekali dan tidak berdosa mungkin. Apa yang mereka lakukan itu malah membuat perpecahan semakin menjadi-jadi di tubuh ummat Islam.

Jangan sedikit-sedikit jihad-jihad, tetapi malah melanggar beberapa hal penting dari agama Islam tercinta. Bisa saja cara wudu saja tidak tahu sama sekali, tetapi malah ikut-ikutan jihad-jihad. Sangat mengerikan. Lebih baik memperbaiki diri terlebih dahulu.

Tanggal 17 Agustus lebih baik di rumah membaca buku-buku atau majalah-majalah Islam. Lebih baik kita lebih memperbanyak belajar Islam yang baik dan benar. Jangan sampai kita ikut-ikutan atau taqlid dan tidak tahu apa yang telah dilakukan atau diperbuat. Berbuat atau beribadah harus ada dalil yang menguatkan, bukan asal ikut-ikutan. Semoga Allah senantiasa Memberikan Ilmu-Nya kepada kita. Amin.

 

Together with Friends

I really do not mind, really, if I don’t have a friend. This is my life. You’ve your own life too. Probably, we can put a thing in other people’s buffets, but everyone has his/her own life.

It is extremely about how we can get a deal with anybody? Come on, we can not please everybody. What we will be, just we are. But, please always stick to the Righteous Path of our Deen in this worldly life.

Allah Asks us for being good Muslims, even Mukmins. Allah Has Not Command us to be our self. This make a sense? Please read it carefully, you need to understand what I said in this paragraph. Common people always prefer to reply (bad replies), not to understand, not to make a deal with, not to make a sense. Really sad, but it works. That’s the fact.

So, we need to always make good sounds to everything. Because everything happens due to Allah’s Hand. Allah Knows everything. Allah Knows bests.

Keep calm and carry on. Keep in pray, and always.

Bismillah

Bismillah. In the Name of Allah (The Most Merciful, The Bestower of Mercy).

All praise is due to Allah, the Lord of all that exists, from this Dunya (worldly life) until the Akhirah. May the salutation and peace of Allah be upon the Messenger of Allah, upon his family and upon all of his Companions.