Latif Anshori Kurniawan

Sosial

Bismillah.

Alhamdulillah, bermedia sosial merupakan salah satu bagian dari aktivitas berkehidupan di dunia maya kekinian. Nyaris jamak orang mengenal dan menggunakan internet melalui salah satu sebab penetrasi ponsel pinter (smartphone) dan gawai (gadget) yang menyediakan secara standar asali (default) beberapa aplikasi berlayanan media sosial. Media sosial pun terfaedahi sedemikian rupa, yang diharapkan dapat menjadikan hubungan antarsesama kita menjadi lebih baik sebab kemudahan aksesi medium komunikasi yang tersedia.

Tidak semua layanan media sosial yang tersedia di internet terfaedahi kami, baik melalui wadah (platform) desktop maupun bergerak (mobile). Apabila termanfaati, tidak jarang sekadar untuk mendaftarkan akun atas nama kami. Kami masih acap di 𝕏 (sebelumnya: Twitter). Beberapa jejaring populer (jamak dipakai khalayak) juga digunakan, sekalipun ujung-ujungnya sekadar “nice-to-have accounts”—tidak lebih. Berikut beberapa jejaring/media sosial yang kami faedahi (disertai dari/di mana platform tersebut berbasis, yang jamak dari Amerika Serikat/Amrik).

Kami juga sempat memfaedahi platform fediverse (berbasis teknologi open-protocol AcitvityPub). Beberapa akun yang termanfaati secara pasif, di antaranya: Mastodon (salah satu lokasi peladen pilihan di Amrik: mas.to/@latif) dan Pixelfed (pilihan peladen di Jerman, pixelfed.de/@latif). Pemanfaatannya masih berbatas, salah satunya sekadar berjejaring antarpeneliti (keperluan riset) dan profesional, selain juga masih di LinkedIn (Amrik, @latifanshori), ORCID (Amrik), ResearchGate (Jerman), SINTA Kemdikbudristek (Indonesia), serta sedikit santai di Medium (Amrik, @anshori).

Alih-alih perihal riset, kami lebih tertarik dengan pengembangan perangkat lunak terbuka di Medium. Ya, open-source software development di sana (dan terkadang juga di Substack [Amrik, @anshori] dan Product Hunt [Amrik, @anshori]) masih menarik untuk ditelaah. Berkait open-source, pada sisi yang tidak kalah serupa, kami percaya pada platform dengan protokol terbuka (open-protocol platform) yang diberdayakan dengan teknologi Nostr. Beberapa laman profil Nostr kami terdapat di Primal.net (Amrik, @latif) dan Snort.social (Amrik, @latif—yang diakses melalui aplikasi iOS Damus [Kanada]). Di samping itu, kami juga memfaedahi AT Protocol yang salah satunya tersemat melalui layanan Bluesky (Amrik, @anshori). Ya, mohon dimaafkan, kami belum memfaedahi TikTok.

Boleh jadi, Anda akan mendapati kami pada beberapa layanan lain yang belum disebutkan. Insyaallah, apabila akun tersebut mengatasnamakan kami: Latif Anshori Kurniawan, Latif A. Kurniawan, Latif Anshori K., atau sekadar Latif A.K., dimungkinkan adalah milik kami (disertai konsistensi citra profil/avatar huruf L kapital dengan fonta berkaki atau lambang 🅛/Ⓛ, serta acap bernama pengguna [username] @latifanshori pada jejaring sosial populer Amerika Serikat). Namun, dimohon selalu berhati-hati bila Anda dihubungi seseorang/pihak tertentu yang mengatasnamakan kami. Sebagai upaya pengamanan dan perlindungan, dimohon mengonfirmasi perihal akun-akun temuan a.n. kami tersebut kepada kami secara langsung melalui laman kontak yang tersedia.

Selama belum dicantumkan pada web/blog ini, besar kemungkinan akun yang mengatasnamakan kami tersebut tidak aktif lagi (nonaktif) atau bahkan bukan milik kami. Dimohon berbijak diri dalam meramban atau beraktivitas di dunia maya, terkhusus di pelbagai platform media sosial. Hindarilah hal-hal mencurigakan selaik aktivitas scam atau phising dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Dimohon berupaya selalu hati-hati dan waspada.

Platform media sosial memang cenderung bersifat santai dan/atau nonformal. Untuk ranah lebih serius atau diskusi topik-topik penting selaras bidang kami, terutama berkait hal-hal bernuansa ilmiah, riset, dan/atau akademis, kami berbagi beberapa informasi melalui Medium dan LinkedIn (dengan tetap mengutamakan Twitter daripada keduanya). Mari berinternet dengan sehat! Mari berbagi kebaikan di jejaring/media sosial! Kami tunggu warta baik Anda di sana.