Latif Anshori Kurniawan

Perbanyak Membaca Buku

Diterbitkan pada dalam Blog. Tags: , .

Buku. Entitas ini begitu berharga. Saya tidak tahu-menahu bagaimana orang-orang memaknainya. Sebagai barang atau bahan bacaan, lebih-lebih sebagai pembuka cakrawala pikiran.

Sebagai pencinta buku, maksud saya adalah gemar membaca bahan bacaan yang sering disebut buku (mungkin juga majalah), saya termasuk orang yang suka pilih-pilih buku. Tidak setiap buku dibaca.

Seperti halnya menulis, yang akan Dimintai-Nya pertanggungjawaban kelak di Akhirat sana, membaca buku juga perlu filter. Dengan kata lain, kita perlu selektif ketika memilih apa yang akan kita baca.

Tidak mudah memang, tetapi saya rasa hal itu sangat penting. Kita perlu berhati-hati ketika memilih, belum ketika proses membacanya. Belum bila ditanya tentang pesan apa yang terkandung dari dalam buku tersebut.

Percayalah bahwa membaca buku lebih menyenangkan daripada membaca pesan-pesan BBM yang panjang-panjang. Rasa ketika membaca bahan bacaan yang dibalik pada tiap lembarnya, bau harum bahan kertas cetaknya, belum lagi pencahayaan yang pas, yang mendukung suasana ketika menikmatinya.

Saya selalu percaya bahwa amunisi yang paling afdol untuk menulis adalah terlebih dulu membaca buku-buku. Semakin banyak kita membaca maka semakin banyak yang akan dituliskan. Semakin banyak yang ditulis tentu didukung dengan bahan/buku bacaan yang berlebih.

Tidak jarang orang berpendapat, “Mengapa membaca buku, seperti orang yang tidak ada kerjaan saja.” Sedih rasanya bila mendengar hal ini. Saya selalu percaya bahwa Allah Menciptakan semua ini adalah dengan tidak sia-sia. Pasti banyak ibrah yang Dianugerahkan-Nya, hanya saja kita yang sering tidak mudah menuainya. Termasuk di antaranya adalah membaca buku.

Tentu harus buku-buku yang penting dan berfaedah bagi diri kita, sesuai kebutuhan, sesuai konteks keperluan. Aktivitas membaca terbilang sia-sia sebab kita sendirilah yang menyia-nyiakannya. Sia-sia adalah sebab perbuatan kita, kita sendiri yang menyebabkan kesia-siaan.

Para ulama Salaf pun meneladankan dengan banyak membaca. Membaca Quran sudah terlalu biasa, mereka sudah hafiz sehingga malah menjadikan bacaan Firman-firman Allah sebagai bagian dari wirid. Membaca kitab-kitab himpunan hadits sahih juga hal yang lazim, apalagi membaca karya-karya dari ulama sebelum-sebelumnya. Kita tidak ada baunya.

Mari perbanyak membaca!