Subhanallah, tidak sengaja mendapati salah satu tulisan renungan berfaedah perihal ‘ain. Sebuah untaian faedah dari Ustaz Abu Jundi–hafizhahullah–berdasarkan pengalaman beliau bersama Ustaz Luqman Ba’abduh–hafizhahullah. Berikut salin-rekat tulisan tersebut (entah telah berapa kali disalin-rekat/tempel dari/ke pelbagai media yang ada).

Sebagian tulisan saya sunting seperlunya, tanpa bermaksud mengubah atau bahkan menghilangkan maknanya–insyaallah. Tulisan di bawah ini saya kutip penuh secara salin-rekat dari salah satu status Al-Akh Diman Harun di beranda Facebook.

Lagi, perihal ‘Ain

(Faedah dari Ustaz Luqman Ba’abduh oleh Ustaz Abu Jundi ketika Daurah Bandung kemarin.)

Setetes faedah pada pagi hari.

Pada saat kami berbincang-bincang dengan guru kami, Ustaz Luqman Ba’abduh–hafizhahullah–dalam sebuah majelis istirahat, tiba tiba ada seorang anak kecil mendekat dan menghampiri beliau. Beliau pun memegangnya dan mendoakannya dengan doa, “U’iidzuka bikalimaatillahit taammah min kulli syaithoni wa haammah wa min ‘ainil laammah.” Kemudian, beliau pun berbicara kepada semua yang hadir di majelis tersebut dan menerangkan disyariatkannya untuk mendoakan dengan doa penjagaan dari ‘ain atau dengan doa keberkahan jika melihat sesuatu yang membuat takjub apakah anak kecil, kendaraan, atupun yang lainnya, yang dimiliki oleh seseorang. Hal tersebut untuk menjaga supaya yang dilihatnya tidak terkena oleh ‘ain.

Beliau menasihati bahwa bisa jadi seorang anak yang dilihat dalam sebuah majelis besoknya tiba tiba sakit panas karena terkena ‘ain. Jika terjadi demikian, semua yang hadir dalam majelis tersebut diminta untuk berwudu kemudian tetesan wudunya diwadahi dan disiramkan kepada anak tersebut. Kemudian, beliau pun menceritakan pengalaman beliau ketika sedang bersama beberapa ikhwan yang diajak naik sebuah mobil bagus berjenis BMW. Hampir semuanya takjub dan kagum dengan kendaraan tersebut sehingga keluarlah pujian-pujian terhadap mobil tersebut. Ketika sudah berjalan kurang lebih sekitar satu kilometer, tiba tiba ada letupan dari bagian depan mobil tersebut. Ternyata, radiator mobil tersebut pecah. Beliau pun menjelaskan hal tersebut bisa disebabkan ‘ain.

Semestinya, jika melihat hal yang mengagumkan seperti itu, hendaklah berdoa, mendoakan keberkahan untuknya. Dengan kata lain, tidak cukup mengucapkan kalimat, “Maa syaa Allah,” ataupun, “Tabaarakallah,” karena belum terkandung doa keberkahan untuknya. Ucapkanlah, “Baarakallahu fiik,” dapat pula, “Allahu yubaariku fiik,” atau yang semisalnya.

Ayyuhal Ikhwah, marilah kita bersemangat mengamalkan Sunnah ini agar saudara kita terhindar dari musibah karena sebab kita.

Baarokallohu Fiikum.

~ Akhukum Fillah, Abu Jundi

Subhanallah, betapa indah nasihat dari Ustaz Luqman Ba’abduh–hafizhahullah–yang disampaikan oleh Ustaz Abu Jundi–hafizhahullah–di atas. Kita acap mengalami-‘nya’, tetapi amat abai pula. Kita amat mudah mengagumi sesuatu, tetapi alpa berdoa, hanya mengungkap kekaguman tanpa mendoakan kebaikan–istigfar. Semoga Allah senantiasa Mengingatkan kita agar acap mendoa baik pada pelbagai hal dan Dia Membaikkan senantiasa kita–amin.